Bek MU Maklumi Keputusan Manajer Erik ten Hag Depak dari Tim Utama

Shaw kehilangan tempatnya setelah pertandingan melawan Brentford, menyusul kedatangan pemain rekrutan baru MU Tyrell Malacia.

oleh AY YustiawanDiterbitkan 18 Oktober 2022, 09:30 WIB
Manchester United. Klub pengoleksi gelar terbanyak di Liga Inggris yang mencapai 20 trofi ini memiliki 19 pemain asing di skuad mereka musim 2022/2023 ini dari total 31 pemain yang terdaftar. Dari 12 pemain domestik yang dimiliki, praktis hanya 4 pemain saja yang sering diturunkan pelatih Erik ten Hag di awal musim 2022/2023 ini, yaitu Jadon Sancho, Marcus Rashford, Harry Maguire dan Luke Shaw. (AP/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta Bek Manchester United atau MU, Luke Shaw, merasa dirinya pantas dikeluarkan dari tim utama menyusul penampilannya dalam dua pertandingan awal Liga Inggris 2022-23. Shaw memahami keputusan yang diambil manajer Erik ten Hag.

Pemain berusia 27 tahun itu menjadi starter melawan Brighton & Hove Albion dan Brentford pada bulan Agustus lalu. Pada dua laga itu Setan Merah kalah 1-2 di Old Trafford sebelum akhirnya MU menelan kekalahan memalukan 0-4 di kandang Brentford.

Shaw kehilangan tempatnya setelah pertandingan melawan Brentford, menyusul kedatangan pemain rekrutan musim panas Tyrell Malacia. masuk ke tim. Namun, belakangan pemain internasional Inggris itu, telah mendapatkan kembali peran awal sebagai bek kiri. Dia bermain 90 menit penuh dalam dua pertemuan liga terakhir tim melawan Everton dan Newcastle United.

Mantan pemain muda Southampton itu mengatakan bahwa dia sepenuhnya mengerti mengapa Ten Hag sempat meminggirkannya. Pasalnya, sang manajer butuh perubahan karena masalah awal musim tim.

"Saya pikir yang paling penting adalah tim. Setiap kali saya mendapat kesempatan, setiap kali saya bermain, saya hanya melakukan yang terbaik. Hal yang baik dengan manajer ini [Erik ten Hag] adalah jika Anda tidak bermain baik maka Anda menang pantas bermain," kata Shaw kepada The National.


Harus Kerja Keras

Tujuh menit berselang, giliran Harry Maguire yang mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan umpan silang Luke Shaw, Harry Maguire menyundul bola yang akhirnya bersarang di pojok kanan gawang. (Foto: AFP/Lindsey Parnaby)

“Di masa lalu itu tidak terjadi, tetapi saya pikir hal yang baik tentang manajer ini adalah dia menjaga semua orang tetap waspada. Dia memastikan bahwa semua orang 100% setiap hari," kata Shaw.

"Jika Anda tidak melakukannya maka Anda tidak akan bermain. Itu hal yang positif. Kita semua tahu itu. Dan bagi saya, saya harus terus bekerja lebih keras," imbuhnya.


Hasil Buruk

Luke Shaw merupakan pemain bek kiri yang musim ini tampil kurang baik. Pasalnya, Ia hanya mampu memenangkan 36% duel dengan lawan. Akurasi umpannya juga cukup buruk yaitu 31% sedangkan ia baru membuat satu assist dan hanya membuat tiga peluang berbahaya dari tujuh pertandingannya. (AFP/Oli Scarff)

“Sejujurnya saya tidak benar-benar membutuhkan dia untuk mengatakan apa pun kepada saya. Saya tahu dua pertandingan pertama tidak cukup bagus. Saya sepenuhnya mengerti bahwa ini adalah waktu saya untuk keluar dari tim," ujar Shaw.

“Hasilnya buruk, penampilan saya tidak cukup baik. Saya hanya harus terus berlatih keras setiap hari agar manajer bisa melihat seberapa keras saya bekerja.'

Lanjut Baca:

"Saya hanya menunggu kesempatan saya dan harus menunggu waktu saya karena tim melakukannya dengan baik dan kami menang. Anda tidak bisa mengeluh, saya hanya harus berada di sana setiap hari bersama tim, terlibat dan membantu tim, apakah itu memulai atau berada di bangku cadangan."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya