Liputan6.com, Jakarta - Cryptocurrency diperdagangkan sedikit lebih tinggi sejak Rabu malam, 12 Oktober 2022 karena investor mengabaikan laporan inflasi yang akan dirilis pada Kamis waktu AS.
Harga bitcoin naik tipis sekitar 0,4 persen dan diperdagangkan di kisaran level USD 19.163 atau sekitar Rp 293,6 juta, sementara Ethereum naik 0,6 persen menjadi USD 1.290.
Advertisement
Indeks harga produsen pada September, lebih tinggi dari yang diharapkan, menunjukkan kepada investor Federal Reserve kemungkinan akan terus menaikkan suku bunga secara agresif sampai inflasi turun.
Laporan inflasi ini sangat ditunggu oleh para investor kripto maupun saham. CEO dan kepala investasi Defiance ETF Sylvia Jablonski menyebut laporan ini akan memberikan warna pada pasar kripto.
Bitcoin dan Ether telah diperdagangkan dalam kisaran sempit selama sekitar satu bulan, dengan bitcoin "terjebak" di level USD 19.000, dan pergerakan mereka sebagian besar dipengaruhi ekonomi global.
"Sampai kita melewati pembacaan CPI, kripto dan saham akan tetap berada dalam kisaran perdagangan ini dan banyak dana investor yang biasanya masuk ke pasar akan sedikit berkurang,” ujar Jablonski dikutip dari CNBC, Kamis (13/10/2022).
Namun, Jablonski menambahkan ada kemungkinan setelah rilisnya data inflasi pergerakan pasar akan cenderung ke menurun.
“Tidak ada urgensi untuk masuk ke pasar dari banyak investor karena adanya ketidakpastian jangka pendek. Sampai saat itu, kripto dan segala jenis aset pertumbuhan tetap berada di bawah,” pungkas Jablonski.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Harga Kripto Kamis Pagi 13 Oktober 2022
Sebelumnya, harga bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada perdagangan Kamis (13/10/2022). Beberapa kripto deretan teratas berhasil menguat terbatas..
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis pagi, 13 Oktober 2022, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat tipis 0,64 persen dalam 24 jam, tetapi masih melemah 4,89 persen sepekan.
Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 19.169 per koin atau setara Rp 293,6 juta (asumsi kurs Rp 15.318 per dolar AS).
Ethereum (ETH) juga menguat pagi ini. ETH naik 1,14 persen dalam 24 jam, tetapi masih melemah 4,34 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.295 per koin.
Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) juga masih ambles pagi ini. Dalam 24 jam terakhir BNB ambles 0,72 persen dan 8,27 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 270,77 per koin.
Kemudian Cardano, kembali anjlok. Dalam satu hari terakhir ADA anjlok 3,63 persen dan 9,72 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,3812 per koin.
Adapun Solana (SOL) masih bertengger di zona merah. Sepanjang satu hari terakhir SOL melemah 2,65 persen dan 8,08 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 31,17 per koin.
Harga Kripto Lainnya
Sedangkan XRP masih melanjutkan pelemahan. XRP merosot 2,83 persen dalam 24 jam terakhir dan 2,39 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,4876 per koin.
Koin Meme Dogecoin (DOGE) juga kembali koreksi pada perdagangan pagi ini. Dalam satu hari terakhir DOGE turun 0,01 persen dan 7,04 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level USD 0,06002 per token.
Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00
Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya masih berada di level USD 1,00.
Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam alami penguatan tipis ke level USD 923,1 miliar dari sebelumnya di level USD 918,1 miliar.
Presiden El Salvador Nayib Bukele Lawan Penentang Bitcoin
Sudah lebih dari setahun sejak El Salvador menjadikan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negara Amerika Latin itu. Langkah yang diambil Presiden El Salvador, Nayib Bukele ini menimbulkan pandangan pro dan kontra dari berbagai pihak.
Pada akhir September, Bukele menulis editorial opini yang membidik para pencela yang menganggap menjadikan Bitcoin sebagai pembayaran sah itu keputusan yang salah.
“Mereka yang berpikir itu keputusan yang baik tapi untuk alasan yang salah, dan penentang. yang “takut dengan keputusan kita,” tulis Bukele dalam editorial opininya, dikutip dari Bitcoin.com, Selasa (11/10/2022).
Dalam opini tersebut, Bukele juga mengatakan jika eksperimen bitcoin yang diikuti negaranya berhasil, sejumlah besar negara lain di seluruh dunia akan mengikuti jejak negara Amerika Latin itu.
"Para pencela yang paling vokal, orang-orang yang takut dan menekan kami untuk mengubah keputusan kami, adalah elit dunia yang kuat dan orang-orang yang bekerja untuk atau mendapatkan keuntungan dari mereka," Bukele menjelaskan dalam artikelnya.
Bukele juga menyangkal banyak berita utama yang diterbitkan oleh media besar seperti “Bloomberg, Forbes, Fortune, Financial Times, Deutsche Welle, BBC, Al Jazeera, The Guardian, The New York Times, dan The Washington Post” yang mengklaim “ekonomi seluruh negara dihancurkan oleh kerugian USD 50 juta atau sekitar Rp 764 miliar.
PDB El Salvador Meningkat
Presiden El Salvador mengatakan klaim itu omong kosong dan sebagian besar karena negara itu belum menjual satu bitcoin pun sejak mulai memperoleh simpanan BTC.
“Jadi argumen bahwa kami telah kehilangan bitcoin senilai USD 50 juta adalah salah, karena kami sama sekali tidak menjual bitcoin apa pun,” tegas editorial Bukele.
PDB El Salvador Meningkat
Adapun Bukele membagikan data mengenai perkembangan negaranya setelah menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran sah.
Pada 2021, PDB El Salvador naik 10,3 persen, pendapatan dari pariwisata naik 52 persen, lapangan kerja naik 7 persen, bisnis baru naik 12 persen, ekspor naik 17 persen, pembangkit energi naik 19 persen, ekspor energi naik 3,291 persen, dan pendapatan internal naik naik 37 persen, semuanya tanpa menaikkan pajak.
Bukele juga menyoroti tingkat kejahatan dan pembunuhan di El Salvador pada 2022 telah turun hingga 95 persen.