Menko Luhut: Siapa Bilang Kita Dikontrol China?

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, membantah anggapan bahwa Indonesia dikontrol oleh China.

oleh Elga NurmutiaDiterbitkan 12 Oktober 2022, 16:40 WIB
Menlu China, Wang Yi berbincang dengan Menko Kemaritiman, Luhut Pandjaitan sebelum pertemuan di Wisma Negara Diaoyutai, Beijing. Rabu (24/10). Pertemuan membahas kerja sama kedua negara antara lain di bidang kelauatan. (Daisuke Suzuki/Pool via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, membantah anggapan bahwa Indonesia dikontrol oleh China.

"Banyak orang mengatakan kita (Indonesia) dikontrol China, siapa yang bilang kita dikontrol China?" kata Luhut dalam konferensi pers, Rabu (12/10/2022).

Luhut menjelaskan, selama ini Indonesia tidak dikontrol China tetapi memang bekerja sama bahkan bersaing dengan China. Hal tersebut dibuktikan dengan transaksi neraca perdagangan.

Menurutnya, defisit perdagangan dengan China sempat menyentuh USD 28 miliar atau Rp 430,36 triliun (asumsi kurs Rp 15.370) beberapa tahun lalu. Tapi angka tersebut terus turun dengan di 2019 mencapai USD 17 miliar dan tahun lalu di angka USD 2,5 miliar.

"Tahun ini mungkin kita surplus dengan China," kata Luhut.

Sementara itu, China mengenakan 20 persen anti dumping atau (sanksi bea) untuk produk Indonesia. "Kita dikenakan sama dia (China) 20 persen anti dumping produk Indonesia. Dia gak bisa kasih anti dumping ke Indonesia kalau kita itu tidak kompetitif," kata dia.

Maka sebab itu, China memberikan sanksi berupa bea karena Indonesia dianggap kompetitif. "Kita dianggap sangat kompetitif," imbuhnya.

Menko Luhut Ajak Xi Jinping ke Indonesia untuk Menghadiri G20

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi berjabat tangan dengan Menko Kemaritiman Indonesia, Luhut Pandjaitan sebelum melakukan pertemuan di Wisma Negara Diaoyutai, Beijing. Rabu (24/10). (Daisuke Suzuki/Pool via AP)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan dilaporkan berharap supaya Presiden China Xi Jinping bisa datang ke Indonesia. Tujuannya adalah untuk meramaikan G20 Bali.

Ajakan itu dibuat Menko Luhut saat jadi pembicara di resepsi 73 tahun berdirinya Republik Rakyat China yang digelar secara virtual oleh Kedubes RRC di Jakarta.

Menko Luhut memberikan selamat pada hari jadi China, serta mendukung keberhasilan Kongres Nasional Partai Komunis China (PKC) pada Oktober 2022.

"Menteri Koordinator Luhut memberi selamat pada Ulang Tahun ke-73 dari berdirinya Republik Rakyat China, mengharapkan keberhasilan besar pada Kongres Nasional ke-20 dari PKC. Ia memuji pencapaian-pencapaian China di berbagai area dan bertambahnya pengaruh internasional dalam 73 tahun terakhir," tulis pernyataan di situs resmi Kedubes RRC, dikutip Kamis (29/9/2022).

Kedubes China pun menuliskan ajakan Menko Luhut agar Presiden Xi Jinping hadir di G20 Bali.

"Indonesia menantikan kehadiran Presiden Xi Jinping pada G20 Summit di Bali pada bulan November," tulis pernyataan pihak Kedubes China.

Menko Luhut turut menyampaikan terima kasih atas bantuan medis selama pandemi COVID-19, serta mendukung proyek Belt and Road Initiative, Global Maritime Fulcrum Strategy, serta berharap perdagangan dan investasi antara kedua negara bisa sama-sama meningkat.

Resepsi online Kedubes RRC ini tak hanya digelar di Indonesia, tapi juga Kedubes China di Amerika Serikat. Presiden Dewan Bisnis AS-China Craig Allen turut hadir sebagai pembicara.

 

Jokowi dan Xi Jinping Akan Naik Kereta Cepat Jakarta Bandung di November 2022

Presiden Jokowi dan Presiden RRT Xi Jinping menggelar pertemuan untuk membahas sektor perdagangan, investasi, ekonomi digital dan pariwisata Indonesia.

Sebelumnya dilaporkan, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping direncanakan akan menjajal Kereta Cepat Jakarta Bandung saat penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada November 2022. Saat ini satu rangkaian kereta cepat Jakarta Bandung sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.  

Wakil Menteri (Wamen) BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, Kereta Cepat Jakarta Bandung akan diujicoba dalam gelaran G20 pada November 2022.  "Kita akan melakukan uji coba pada waktu G20 dari jalur Tegalluar sampai dengan Kopo," ujar Kartika Wirjoatmodjo dikutip dari Antara, Jumat (2/9/2022).

Saat ini salah satu rangkaian Kereta Cepat Jakarta Bandung telah datang. kedatangan ini menjadi salah satu bentuk kesiapan jelang kegiatan G20 yang akan diadakan November 2022.

Rencananya Presiden Jokowi dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan melakukan kunjungan kerja melihat progress pekerjaan sekaligus mencoba Kereta Inspeksi (EMU - CIT) dari DK 127 menuju Stasiun Tegalluar.

"Insya Allah sesuai jadwalnya seperti itu, tapi nanti kita lihat pada waktu G20," katanya.

Kereta api cepat Jakarta-Bandung akan menjalani uji dinamis di gelaran G20 pada November mendatang.

Saat ini PT KCIC bersama konsorsium kontraktor terus melakukan berbagai percepatan pembangunan dan mempersiapkan kebutuhan jelang uji dinamis tersebut serta operasional di tahun depan. 

Infografis Klaim Sepihak China di Laut Natuna. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya