Optimisme Tinggi, Presiden Ghana Berjanji Berangkatkan Pendukung Tim ke Piala Dunia 2022 Qatar

Berangkat dari optimisme dan ambisi, Presiden Ghana berjanji akan memberangkatkan pendukung timnas menyaksikan Piala Dunia 2022 di Qatar

oleh Yo KavyaDiterbitkan 09 Oktober 2022, 15:00 WIB
Wasit Sadok Selmi dari Tunisia (tengah) memberikan tendangan penalti untuk Nigeria saat melawan Ghana pada pertandingan sepak bola leg kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 di Abuja, Nigeria, 29 Maret 2022. Pertandingan berakhir imbang 1-1. (AP Photo/Sunday Alamba)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Ghana Nana Addo Dankwa Akufo-Addo menunjukkan totalitas untuk mendukung tim nasional pada Piala Dunia 2022. Dia berjanji akan memberangkatkan para pendukung Ghana untuk menonton langsung Piala Dunia 2022 di Qatar.

Penggemar Ghana adalah inspirasi sejati dari banyaknya kesenangan dalam sepak bola. Ada warna-warna cerah dan suasana menggembirakan saat mereka hadir di stadion Piala Dunia.

Tak ada yang melebihi kehebohan para suporter Ghana. Para suporter Ghana selalu tampil all out setiap kali datang ke stadion menonton pasukan Satelit Hitam berlaga. Ciri khas mereka gampang dikenali lewat warna-warni merah, kuning, dan hijau pada kostum yang dipakai. Tak hanya itu, mereka bahkan juga mengecat tubuh dan wajahnya dengan warna itu.

Suporter Ghana akan selalu bernyanyi dan menari untuk menyemangati The Black Stars selama 90 menit. Bahkan mereka tidak akan berhenti memberikan dukungan saat suasana tegang menyelimuti karena timnya harus menjalani babak adu penalti.

Ghana menjadi negara Afrika pertama yang memastikan tiket ke Piala Dunia 2022 di Qatar setelah bermain imbang dengan Nigeria di Stadion Nasional Abuja, 30 Maret 2022 lalu.  

Kedua kesebelasan bermain sama kuuat 0-0 dalam laga pertama yang berlangsung di Ghana pada 25 Maret. Kemudian di laga kedua, hasilnya juga imbang 1-1, Ghana lolos karena unggul secara produktivitas gol.

Kegagalan Nigeria itu membuat pendukungnya mengamuk dan merusak fasilitas stadion.


Yakin

Pemain Ghana melakukan selebrasi usai Thomas Partey mencetak gol ke gawang Nigeria pada pertandingan sepak bola leg kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 di Abuja, Nigeria, 29 Maret 2022. Pertandingan berakhir imbang 1-1. (AP Photo/Sunday Alamba)

Tergabung di grup berat bersama Portugal, Korea Selatan, dan Uruguay tidak menyurutkan optimisme tinggi tim berjuluk The Black Stars. Mereka mengusung optimisme tinggi untuk bisa menjadi negara Afrika pertama yang merengkuh gelar juara Piala Dunia 2022.

Janji Presiden Nana Addo itu disampaikan setelah dengan kepala eksekutif Kenpong Group of Companies, perusahaan transportasi resmi untuk penggemar timnas Ghana ke Qatar.

Kedatangan para pendukung langsung ke Qatar ini diharapkan bisa memberikan semangat bagi Ghana.

"Saya sangat yakin bahwa Ghana tidak hanya akan berpartisipasi dalam kompetisi, tetapi akan membuat seluruh bangsa dan lebih jauh lagi, Benua Afrika bangga, dengan kinerja yang luar biasa," kata Presiden Ghana, dikutip dari Middle East Eye.

Lanjut Baca:

Langkah Ghana ini dianggap kontradiktif karena banyak negara-negara Eropa yang melakukan aksi protes atas dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Qatar. Sebut saja Denmark yang merilis jersey khusus sebagai bentuk protes, juga kota-kota di Prancis yang menolak mengadakan acara nonton bareng karena isu HAM tersebut. Bahkan para pemain Denmark tidak memboyong keluarganya ke Qatar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya