Kisah Pilu Korban Termuda Tragedi Kanjuruhan: Sempat Minta Potong Rambut Agar Kece Nonton Arema

M Virdi Prayoga berusia 3 tahun saat tragedi Kanjuruhan merenggut nyawanya.

oleh Zainul ArifinDiperbarui 05 Oktober 2022, 18:23 WIB
Bunga, syal Arema dan coretan di tembok tanda duka cita memenuhi pintu keluar tribun 13 Stadion Kanjuruhan Malang. Pintu yang terlambat dibuka ditambah kekacauan akibat gas air mata membuat banyak suporter meninggal dunia (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Liputan6.com, Jakarta M Virdi Prayoga baru berumur 3 tahun saat Tragedi Kanjuruhan mengakhiri keceriaannya. Bocah warga Blimbing, Kota Malang itu tidak pernah pulang setelah menyaksikan tim kesayangannya Arema FC bertanding melawan musuh bebuyutan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).

Prayoga ikut tewas dalam kericuhan yang meletus usai pertandingan. Dia meninggal dunia bersama ayahnya, Rudi Harianto saat berusaha keluar dari pintu tribun 13 yang penuh sesak oleh gas air mata. 

Menurut data terakhir yang dihimpun Liputan6.com, Prayoga tercatat sebagai korban termuda Tragedi Kanjuruhan. Peristiwa ini telah menewaskan setidaknya 131 orang termasuk 2 personel kepolisian.

Ibu Prayoga, Elimiati yang selamat dalam insiden ini sama sekali tidak menyangka bakal kehilangan suami dan anaknya pada peristiwa itu. Sebab sejak awal mereka yakin pertandingan bakal berjalan aman. Apalagi, suporter Persebaya yang menjadi musuh bebuyutan Arema tidak diizinkan hadir dalam laga itu.

Niat menonton pertandingan pun sudah mereka rancang sejak jauh-jauh hari. Kebetulan, Prayoga, kata Elimiati memang suka Arema seperti ayahnya. "Biasanya ya nonton bareng di televisi. Saya mengajak menonton untuk menyenangkan anak karena selama ini jarang main akibat pandemi,” kata Elimiati.

Sebelum bertolak ke Kanjuruhan, Prayoga masih sempat mengubah penampilan. Pada pagi hari, dia meminta Elimiati memotong rambutnya agar terlihat lebih rapi. Mereka lalu berangkat bersama saudara-saudara yang lain. Sementara putrinya, Caynanda Billa yang berusia 14 tahun ditinggal di rumah.

 

 

 


Foto Terakhir

Elimiati menunjukkan momen foto bersama suami dan anaknya, Rudi Harianto dan M Virdi Prayoga yang masih berusia 3 tahun saat menonton pertandingan Arema lawan Persebaya pada 1 Oktober 2022. Bapak dan anak itu jadi korban meninggal ketika terjadi tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang (Liputan6.com/Zainul Arifin) 

Selama pertandingan berlangsung, tidak ada masalah berarti apapun di dalam stadion. Elimiati bersama suami dan anaknya saat di tribun juga sempat berfoto bersama.

"Ternyata itu foto kebersamaan kami untuk terakhir kalinya,” kata Elimiati lirih menahan tangis.

Petaka muncul begitu wasit meniup peluit panjang. Begitu terjadi kekacauan, seiring banyak suporter masuk lapangan, aparat keamanan melepas tembakan gas air mata ke sejumlah titik termasuk sektor 13.

“Suami saya langsung mengajak pulang, ternyata pintu sektor 13 hanya terbuka sedikit. Hanya cukup untuk dilewati dua orang saja,” tuturnya.

Lanjut Baca:

Akses keluar yang sulit ditambah kepulan asap gas air mata di tribun Stadion Kanjuruhan membuat penonton berebut keluar menyelamatkan diri. Saling dorong agar bisa segera keluar tak terelakkan. Elimiati berjalan bersama putranya, sedangkan suaminya berjalan di depannya. "Posisi seperti itu, kami lalu terpisah. Saya tak tahu suami saya sudah bisa keluar atau tidak. Anak saya juga entah di mana,” katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya