Liputan6.com, Jakarta- Tidak lama lagi Indonesia akan segera memiliki museum catur. Peletakan batu pertama pembangunan Museum Catur Indonesia sudah dilakukan pada Minggu 2 Oktober 2022 di kawasan Bekasi, Jawa Barat.
Museum Catur Indonesia akan mengusung tagline 'Akur Membaur dengan Catur'. Museum ini terletak di di halaman Gedung Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) di Rawa Panjang, Bekasi.
Advertisement
Pembangunan Museum Catur Indonesia ini diperkirakan akan rampung dalam kurun waktu sembilan bulan. Jika tepat waktu, maka museum sudah bisa dinikmati masyarakat umum pada Juni 2023.
Eka Putra Wirya Dewan Penasihat PB Percasi secara simbolis mengawali prosesi peletakkan batu pertama Museum Catur Indonesia dengan menaruh bongkahan batu dan adukan semen untuk pondasi. Kemudian dilanjutkan oleh Nita Nathania Wirya dari Manajemen SCUA dan Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto.
Para pengurus PB Percasi dan tamu undangan juga mendapat kehormatan untuk melakukan prosesi peletakkan batu pertama Museum Catur Indonesia, yakni Wakil Ketua Umum PB Percasi, Ihshan Sulisto dan Willy M Yosep, Dewan Penasihat PB Percasi, Rusdi Taher, Ketua Yayasan BPK Penabur, Adri Lazuardi dan lainnya.
Menurut Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto, pembangunan Museum Catur Indonesia merupakan tonggak sejarah dalam perjalanan catur Indonesia khususnya PB Percasi yang didirikan pada 17 Agustus 1950.
Konsep
"Pertama kami bersyukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Hari ini tonggak sejarah sedang kita buat yaitu Museum Catur Indonesia. Museum ini desain besarnya adalah menghargai sejarah yang sudah kita perbuat. Mulai dari atlet sampai pengurus, apa saja yang sudah kita perbuat. Dan ke depan, terus untuk melanggengkan tata nilai yang harus kita jaga yaitu persahabatan, persaudaraan dan juga kerja keras," kata Utut Adianto yang juga Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan.
Utut Adianto mengapresiasi konsep pembangunan Museum Catur Indonesia yang digagas Dewan Penasihat PB Percasi, Eka Putra Wirya.
Konsep tersebut dinilai Utut sangat menginspirasi dan mengedukasi khususnya bagi anak-anak dan generasi muda agar tertarik dan mau menekuni catur. "Tadi kita dengar saat presentasi ada beberapa konsep yang dihadirkan dalam Museum Catur Indonesia. Ada konsep enjoyment. Jadi bagi orang yang ngantar, bisa santai ada kopi. Tidak melulu yang serius kaya saya Grand Master gitu. Jadi orang tua pun bisa enjoy sehingga membentuk engagement atau keterikatan dan keterkaitan. Terakhir konsepnya menginspirasi. Jadi ini empat nilai yang ingin kita sampaikan dengan berdirinya museum ini," terang Utut Adianto.