Kiromal Katibin Ungkap Alasan Gagal Cetak Rekor Baru di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing Jakarta

Kiromal Katibin berambisi mencetak rekor baru di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2022 seri Jakarta. Sayang, misi tersebut gagal direalisasikan di rumah sendiri.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 26 September 2022, 07:30 WIB
Atlet Panjat Tebing Putra Indonesia, Kiromal Katibin (kiri) kalah dari rekan senegaranya Aspar di babak final Kejuaraan Panjat Tebing Dunia IFSC 2022 Jakarta, Sabtu (24/9/2022). Aspar menempati posisi utama dengan catatan waktu 5,39 detik. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Atlet panjat tebing Indonesia Kiromal Katibin gagal mencetak rekor baru di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2022 seri Jakarta. Pemanjat berusia 22 tahun itu belum mampu melampaui catatan waktu 5,00 detik yang ditorehkannya saat mentas di Chamonix, Prancis.

Sekadar informasi, Kiromal merupakan salah satu penggawa andalan Indonesia di nomor speed putra. Ia bersama Veddriq Leonardo kerap tampil sebagai momok bagi pesaing-pesaingnya di kompetisi panjat tebing internasional.

Adapun Kiromal kerap dijuluki sebagai manusia tercepat. Pasalnya, atlet kelahiran 21 Agustus 2000 itu tercatat sudah lima kali memecahkan speed records dunia.

Rekor teranyarnya diraih dalam babak kualifikasi IFSC Climbing World Cup 2022 Chamonix. Kala itu, Kiromal mampu menyelesaikan pemanjatan hanya dalam durasi waktu 5,009 detik, yang kemudian dibulatkan menjadi 5,00 detik.

Kiromal sejatinya memiliki ambisi besar di ajang Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2022 Jakarta. Ia bertekad mempertajam catatan waktunya hingga menyentuh angka empat detik. Misi itu sempat diutarakan langsung oleh sang atlet pasca bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Rabu (21/9/2022).

“Targetnya, pertama untuk bisa memecahkan rekor lagi di angka empat detik,” ujar pemanjat yang meraih emas dalam IFSC Climbing World Cup Salt Lake City, Amerika Serikat pada 20–22 Mei 2022, seperti dilansir dari Liputan6.com.

Sayang cita-cita Kiromal gagal terealisasi di rumah sendiri. Catatan waktu terbaiknya hanya 5,14 detik yang didapat di babak delapan besar. Ia juga harus puas dengan raihan medali perak usai diungguli oleh kompatriotnya Aspar Jaelolo di partai puncak.


Alasan Batal Pecah Rekor

Atlet panjat tebing Indonesia Aspar Jailolo (kanan) berselebrasi setelah menang atas atlet panjat tebing Indonesia Kiromal Katibin pada final kategori speed dalam Kejuaran Dunia Panjat Tebing 2022 (International Federation of Sport Climbing/IFSC) di Jakarta, Sabtu (24/9/2022). Aspar berhasil mengalahkan lawan yang juga kompatriotnya, Kiromal Katibin. Catatan waktu Aspar adalah 5,39 detik. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kiromal pun mengungkap alasan dirinya batal mencetak rekor baru dalam kompetisi panjat tebing yang berlangsung di Jakarta. Menurutnya, ia masih kurang bisa mengontrol kecepatan kala dibebani target untuk menorehkan catatan waktu empat detik.

“Karena saya memang benar-benar ingin (merealisasikan) target empat detik, jadi saya gas maksimal, dan saya belum bisa mengontrol kecepatan itu,” ujar Kiromal kepada awak media pada Sabtu (24/9/2022).

“Semoga saya (ke depannya) belajar terus untuk mengontrol, agar bisa memecahkan rekor lagi di angka empat detik,” sambungnya pasca menyelesaikan Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2022 seri Jakarta di nomor speed putra.

Lanjut Baca:

Sekadar informasi, Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2022 yang diselenggarakan di Tanah Air merupakan seri pemungkas IFSC Climbing World Cup 2022. Berlangsung di Lot 16–17 SCBD, Jakarta, pada Sabtu (24/9/2022) hingga Senin (26/8/2022), kompetisi ini diikuti oleh setidaknya 200 atlet panjat tebing dari 27 negara. Indonesia selaku tuan rumah mengirim 42 penggawa, yang terdiri atas 22 wakil speed dan 20 wakil lead. Ketum FPTI Yenny Wahid mengungkap bahwa penyelenggaraan IFSC Climbing World Cup di Tanah Air merupakan sarana untuk membawa keceriaan bagi masyarakat. Oleh karena itu, FPTI selaku federasi panjat tebing dalam negeri bersyukur bisa diberi kepercayaan oleh IFSC untuk menyelenggarakan event berskala internasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya