Thomas Tuchel Curhat Usai Putus Hubungan dengan Chelsea

Thomas Tuchel akhirnya buka suara soal pemecatannya di Chelsea. Melalui curhatan di Twitter, Tuchel mengaku hancur karena harus angkat kaki dari Stamford Bridge.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 12 September 2022, 11:36 WIB
Thomas Tuchel resmi dipecat dari Chelsea akibat serangkaian hasil buruk yang diraih timnya di awal musim ini. (AP Photo/Frank Augstein)

Liputan6.com, London- Thomas Tuchel akhirnya mencurahkan isi hati usai dirinya resmi berpisah dengan Chelsea. Juru taktik asal Jerman itu mengaku hancur lantaran sang raksasa Liga Inggris sudah tidak mau memakai jasanya.

Seperti diketahui, Tuchel baru saja didepak dari kursi kepelatihan The Blues pada Rabu (7/9/2022) lalu. Serangkaian hasil buruk yang diraih timnya sepanjang awal musim ini menjadi alasan kuat eks pelatih Paris Saint-Germain dipecat.

Adapun Chelsea memang belum menunjukkan performa menjanjikan. Klub yang musim lalu finis di urutan tiga klasemen akhir Liga Inggris itu kini hanya mampu bertengger di peringkat enam dengan torehan sepuluh poin.

The Blues di bawah kendali Thomas Tuchel juga gagal menampilkan start sempurna di Liga Champions. Mereka kalah 0–1 dari klub Kroasia, Dinamo Zagreb, yang di atas kertas lebih lemah ketimbang pesaing-pesaing segrup.

“Chelsea Football Club hari ini telah berpisah dengan Pelatih Kepala Thomas Tuchel. Atas nama segenap pihak di Chelsea, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada Thomas dan stafnya atas semua upaya mereka,” tulis The Blues dalam pernyataan resminya.

“Thomas berhak mendapat tempat dalam sejarah Chelsea setelah (mengantar skuad) memenangkan Liga Champions, Super Cup, dan Piala Dunia Antarklub selama waktunya di sini,” sambung mereka pada Rabu (7/9/2022).

Thomas Tuchel sebelumnya tak berkomentar soal pemecatan dirinya di Chelsea. Pihak klub bahkan sudah menunjuk sosok baru untuk mengambil alih posisinya. Pelatih berusia 49 tahun itu baru buka suara via media sosial.

Dalam pernyataan di Twitter pada Senin (12/9/2022), Tuchel mengaku ia sejatinya berharap tak perlu menulis ucapan perpisahan dengan Chelsea secepat ini.

“Ini adalah salah satu pernyataan tersulit yang pernah saya tulis–dan ini adalah salah satu hal yang saya harap tidak perlu saya lakukan selama bertahun-tahun. Saya merasa hancur karena waktu saya di Chelsea sudah berakhir,” ujarnya lewat cuitan di Twitter.


Nyaman di Chelsea

Thomas Tuchel resmi meninggalkan kursi pelatih Chelsea. Pemecatan juru taktik asal Jerman itu terjadi hanya sekitar 14 jam usai Chelsea tumbang 0-1 dari Dinamo Zagreb pada laga pertama fase grup Liga Champions 2022-2023. (AFP/Oscar Del Pozo)

Tuchel sebenarnya sangat nyaman di Stamford Bridge. Ia merasa Chelsea sudah seperti rumah sendiri. Mantan juru taktik Borussia Dortmund itu juga menyebut The Blues bakal selalu memiliki tempat khusus di hatinya.

Lanjut Baca:

“Ini adalah klub di mana saya merasa seperti di rumah sendiri, baik secara profesional maupun personal. Terima kasih banyak untuk semua staf, pemain, dan pendukung yang sudah membuat saya merasa sangat disambut sejak awal.” “Kebanggaan dan kegembiraan yang pernah saya rasakan ketika membantu tim memenangkan Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub akan tetap ada bersama saya selamanya.” “Saya merasa terhormat karena telah menjadi bagian dari sejarah klub ini. Kenangan selama 19 bulan terakhir (bersama Chelsea) akan selalu memiliki tempat khusus di hati saya,” pungkas Tuchel dalam pernyataannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya