Liputan6.com, Jakarta Rumput tetangga selalu tampak lebih hijau. Begitu pula rumah tangga pasangan Emma (Megan Fox) dan Mark (Eoin Macken) dalam film Till Death, karya sineas S.K. Dale.
Till Death mengisahkan Emma yang punya suami kaya raya mapan. Suatu malam pasangan ini merayakan ulang tahun pernikahan dengan jamuan makan malam di restoran papan atas.
Advertisement
Malam itu, Emma dapat hadiah kalung berlian dengan karat enggak kaleng-kaleng. Setelahnya, Mark mengajak istri ke rumah danau. Mata Emma ditutup kain hitam.
Perjalanan sejam lebih membuat Emma mulai tak nyaman sekaligus waswas terkait kejutan berikutnya yang disiapkan Mark. Inilah review film atau resensi film Till Death.
Bencana di Esok Hari
Rumah danau yang terpencil dan tanpa tetangga jadi pilihan untuk mengulang bulan madu. Emma kesengsem kala membuka rumah yang lantainya bertabur kelopak mawar merah. Yang terjadi keesokan harinya bencana.
Terjaga di pagi yang dingin, Emma syok mendapati tangannya diborgol bersama tangan Mark. Lalu, Mark menembak kepalanya sendiri. Darah dan ceceran otak menyembur ke muka Emma. Sejurus kemudian, Tom (Aml Ameen) yang menyukai Emma datang berniat menolong.
Belum sempat menemukan solusi dan alibi, masalah lain datang. Dua orang asing bernama Bobby (Callan Mulvey) dan Jimmy (Jack Roth) mengetuk rumah itu. Mereka berdalih hendak membetulkan pipa dapur lalu membantai Tom di pendapa.
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tak Butuh Banyak Tokoh
Till Death tipe film yang memusatkan cerita ke satu titik. Perpindahan lokasi di babak awal hanya sekapur sirih menuju inti cerita di rumah danau. Setelah latar kedua tokoh utama sedikit terang, penonton dikirim ke tempat kejadian perkara.
Kamera berputar-putar untuk mempersilakan penonton memasuki setiap ruang rumah danau dan halaman yang berselimut es. Till Death tak butuh banyak tokoh untuk menggerakkan cerita.
Rumah Jahanam
S.K. Dale memberi kesempatan seluas-luasnya kepada penonton untuk mengenal setiap tokoh dan motivasi mereka ikut “memeriahkan” rumah jahanam. Emma di tangan Megan Fox bikin penonton gamang.
Mengingat trauma masa lalu plus penampilan yang kelewat seksi sepintas tak memenuhi syarat untuk jadi penyintas. Maklum, kebanyakan thriller selalu menempatkan cewek cantik sebagai sasaran empuk.