Graham Potter Jadi Manajer Baru, Chelsea Tak Wajib Finis 4 Besar?

Graham Potter resmi ditunjuk sebagai manajer baru Chelsea. Pemilik baru The Blues pun sudah menetapkan target bagi sang pelatih Inggris musim ini. Potter diminta mengamankan posisi empat besar dan membawa Chelsea melangkah jauh di Liga Champions. Namun, kegagalan mewujudkan tuntutan itu tak bakal membuat Potter dipecat.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiperbarui 10 September 2022, 16:02 WIB
Graham Potter. Pelatih asal Inggris berusia 47 tahun ini baru saja didatangkan Chelsea dari Brighton and Hove Albion saat musim 2022/2023 telah berjalan. Ia menggantikan posisi Thomas Tuchel yang performanya menurun drastis di awal musim 2022/2023. (AFP/Glyn Kirk)

Liputan6.com, London - Graham Potter sudah resmi menjabat sebagai manajer baru Chelsea. Juru taktik berusia 47 tahun itu ditunjuk untuk menggantikan Thomas Tuchel yang dipecat dari Stamford Bridge, usai gagal menunjukkan performa menjanjikan bersama The Blues.

Sekadar informasi, Chelsea sebenarnya belum terlalu terperosok di klasemen sementara Liga Inggris 2022/2023. Cesar Azpilicueta dan kolega masih bertengger di peringkat enam dengan koleksi 10 poin. Mereka hanya terpaut tiga angka dari Brighton & Hove Albion yang duduk di urutan keempat.

Namun, jika merujuk pada sejumlah penampilan teranyar, kondisi The Blues memang agak menghawatirkan. Mereka kesulitan mempertahankan rekor clean sheet yang sempat diraih di matchday perdana Premier League musim ini.

Performa Chelsea juga kurang menjanjikan di Liga Champions. Anak-anak asuh Thomas Tuchel takluk 0–1 kala menghadapi Dinamo Zagreb dalam pertandingan pembuka Grup E yang berlangsung pada Selasa (6/9/2022) lalu.

The Blues sejatinya lebih dijagokan meraih kejayaan di laga tersebut. Apalagi mereka unggul di atas kertas dibanding Dinamo Zagreb. Sayangnya, nasib baik belum berpihak pada Chelsea. Mereka tak berkutik usai Mislav Orsic melesakkan gol pada menit ke-13.

Rentetan hasil buruk yang diraih membuat klub juara Liga Champions 2020/2021 itu tak lagi berada di bawah kendali Tuchel. Graham Potter lantas diberi mandat sebagai juru taktik baru usai menandatangani kontrak berdurasi lima tahun.

Laporan Daily Mail menyebut pemilik Chelsea telah menetapkan target bagi Potter musim ini. Manajer asal Inggris itu diminta mengamankan posisi empat besar serta mengantar The Blues melangkah jauh di Liga Champions.


Bukan Kewajiban Mengikat

Eks pelatih Brighton and Hove Albion Graham Potter saat tertawa di depan wasit usai pertandingan pekan keenam Liga Inggris 2022/2023 melawan Leicester City. (AFP/Adrian Dennis)

Namun, tuntutan top four nampaknya bukanlah kewajiban yang mengikat Potter. Pasalnya, Metro mengeklaim sang pelatih tak bakal dipecat jika ia gagal membawa Chelsea tembus ke urutan empat teratas klasemen akhir Liga Premier musim ini.

Todd Boehly dan jajarannya justru mengisyaratkan penunjukan Potter sebagai proyek jangka panjang. Mereka berharap eks pelatih Brighton itu mampu meningkatkan kinerja skuad dan menanamkan filosofi baru di klub.

Lanjut Baca:

Pemilik Chelsea juga bersedia memberi waktu bagi Potter untuk beradaptasi dan menanamkan gaya permainannya di tim. Jika ia berhasil menunjukkan progres yang jelas di dalam dan di luar lapangan, sang pelatih anyar selanjutnya akan diberi kesempatan memperkuat skuad lewat jendela transfer musim panas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya