Kutukan Adu Penalti Sudah Terpatahkan, Inggris Menatap Piala Dunia 2022 Dengan Optimistis

Inggris melangkah ke Piala Dunia 2018 Rusia dengan bayangan kutukan tidak pernah menang dalam adu penalti tiga Piala Dunia. Menghadapi Kolombia di babak 16 besar kutukan itu terpatahkan dengan kemenangan 4-3.

oleh Yo KavyaDiterbitkan 10 September 2022, 00:01 WIB
Piala Dunia 2018 Kolombia Vs Inggris (Bola.com/Adreanus Titus)

Liputan6.com, Jakarta- Dalam babak adu penalti, nasib tim ditentukan di tangan kiper dan di kaki penendang. Pada babak ini juga, seorang pemain bisa jadi pahlawan sekaligus pesakitan.

Pada akhirnya kemenangan ditentukan lewat detik demi detik yang menegangkan, penuh drama, sekaligus emosi.

Semua terjadi dalam sekejap mata, mungkin hanya sepersekian detik saja. Itulah sensasi juga kengerian dari babak adu penalti.

Kengerian itu yang mengiringi Langkah Inggris di Piala Dunia 2018 Rusia. Inggris tak pernah memenangkan adu penalti selama tiga kali Piala Dunia. Kutukan itu yang membuat orang pesimis jika The Three Lions harus melakoni drama adu penalti.

Dalam tiga kali adu penalti dalam tiga edisi Piala Dunia, yakni Piala Dunia 1990, 1998 dan 2006, Inggris selalu gagal.

Pada Piala Dunia 1990, Timnas Inggris yang melangkah sampai babak semifinal harus melalui babak adu penalti usai imbang 1-1 melawan Jerman Barat. Sayangnya, The Three Lions kalah 4-3 pada babak adu tos-tosan.

Saat itu, Stuart Pearce dan Chris Waddle menjadi pesakitan karena eksekusinya tak berbuah gol.

Delapan tahun kemudian, Inggris kembali harus tertunduk usai melakoni adu penalti kontra Argentina di babak 16 besar. Pada edisi ini giliran Paul Ince dan David Batty yang gagal melaksanakan tugasnya dengan baik.

Piala Dunia 2006 menjadi momen terburuk Inggris saat melakoni adu penalti di babak 16 besar. Saat itu Inggris berhadapan dengan Portugal. Skor sama kuat tanpa gol hingga babak akhir. Pada babak adu penalti, Luis Figo dan kawan-kawan mengirim pulang Inggris.


Imbang

Kiper Kolombia David Ospina menghentikan tendangan gelandang Inggris Jordan Henderson pada adu penalti babak 16 besar Piala Dunia 2018. (AFP/Juan Mabromata)

Tiga pemain bernama besar yaitu Frank Lampard, Steven Gerrard, dan Jamie Carragher menjadi biang kerok kekalahan adu penalti. Ketiganya tidak mampu menjebol gawang Portugal yang dikawal oleh Ricardo Pereira.

Maka saat harus melakoni adu penalti menghadapi Kolombia di babak 16 besar Piala Dunia 2018 Rusia, setelah kedua tim bermain imbang 1-1, para pemain dan supporter Inggris dicekam kecemasan dan juga harapan.

Hasil imbang dalam 120 menit itu tercipta lewat tendangan penalti dari Harry Kane di menit ke-57. Kolombia membalas gol di masa perpanjangan waktu melalui sundulan dari bek muda, Yerry Mina, memanfaatkan umpan dari tendangan sudut.

Lanjut Baca:

Radamel Falcao, yang menjadi eksekutor pertama bagi Kolombia, berhasil menjebol gawang Inggris yang dikawal oleh Jordan Pickford. Kesuksesannya itu pun juga diikuti oleh dua eksekutor selanjutnya, yaitu Juan Cuadrado dan Luis Muriel. Namun di sisi lain, Inggris harus tertinggal lebih dulu, usai Jordan Henderson, yang menjadi eksekutor ketiga bagi skuad The Three Lions, gagal menjebol gawang Kolombia yang dikawal oleh David Ospina. Sebelumnya, Kane dan Marcus Rashford sukses mengeksekusi penalti.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya