Piala Dunia 2030 : Pulang ke Rumah dan Keyakinan Bos UEFA

Piala Dunia 2030 masih delapan tahun lagi, namun negara-negara yang mengajukan diri sebagai tuan rumah sudah berderet. FIFA akan memutuskan siapa yang menjadi tuan rumah lewat pemungutan suara pada Mei 2024.

oleh Yo KavyaDiterbitkan 07 September 2022, 15:00 WIB
Piala Dunia 1930 (mondopallone.it)

Liputan6.com, Jakarta Daya pikat Piala Dunia memang tak main-main. Banyak negara berlomba mengajukan diri menjadi tuan rumah. Bahkan melakukan kerjasama seperti yang terjadi pada Piala Dunia 2002 dengan Jepang dan Korea Selatan sebagai tuan rumah.

Menjadi tuan rumah Piala Dunia memiliki banyak keuntungan, baik politis, ekonomi maupun peluang menjadi juara.

Sejak digulirkan pada 1930 ada beberapa negara yang sukses menjadi juara dalam kapasitas sebagai tuan rumah. Namun, tak sedikit pula tuan rumah yang gagal di kendang sendiri. Sebagai contoh Rusia yang jadi tuan rumah Piala Dunia 2018, hanya bertahan sampai 16 babak besar.

Terkini, soal tuan rumah Piala Dunia 2030 yang masih delapan tahun lagi, sudah direbutkan oleh banyak negara. Lobi demi lobi mencari dukungan gencar dilakukan agar terpilih sebagia tuan rumah.

Keputusan siapa yang akan jadi tuan Piala Dunia 2030 akan dilakukan lewat pemungutan suara FIFA pada Mei 2024

Bisa dibilang tuan rumah 2030 diperebutkan antara negara Eropa dan Amerika Latin. Kejutan dari Eropa adalah pengajuan diri Italia bekerja sama dengan Arab Saudi.

Disebut sebagai kejutan mengingat karena jauhnya jarak antara Arab Saudi dan Italia, yakni sekitar 2.000 mil atau 2.500 kilometer. Beda dengan Korsel dan Jepang yang jarak keduanya berdekatan, sehingga wajar jika untuk menjadi tuan rumah bersama.

Namun jika melihat kedekatan Italia dan Arab Saudi hal itu tidak mengherankan. Arab Saudi bahkan dipercaya untuk menyelenggarakan Piala Super Italia untuk dua tahun terakhir.


Keyakinan

Piala Dunia 2002 (AFP/Choi Jae-Ku)

Calon lainnya yang mengajukan diri adalah paduan Uruguay – Argentina – Chile - Paraguay, serta Spanyol – Portugal.

Empat asosiasi Inggris Raya juga mempertimbangkan untuk mengajukan bidding bersama dengan Irlandia, sedangkan Bulgaria, Serbia, Yunani dan Rumania juga ingin melamar menjadi tuan rumah bersama.

China juga disebut-sebut akan turut mengajukan diri sebagai tuan rumah.

Bagaimana peluang dari mereka yang berambisi jadi tuan rumah itu?

Presiden badan sepakbola Eropa (UEFA) Aleksander Ceferin yakin Spanyol dan Portugal akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.

Lanjut Baca:

"Saya yakin Piala Dunia 2030 akan diadakan di Spanyol dan Portugal," kata Ceferin melalui konferensi video saat membuka kongres internasional Football Talks di Lisbon, Senin (5/9/2022). Sebanyak 14 stadion di 12 kota sudah ditawarkan sebagai bagian dari dari 11 venue di Spanyol yang diperkirakan menjadi tuan rumah turnamen itu jika tawaran kedua negara dalam pemungutan suara FIFA pada Mei 2024, diterima. Portugal sendiri akan menyiapkan tiga stadion.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya