David Ginola, Pembunuh Harapan Prancis ke Piala Dunia 1994

Penyerang sayap Prancis yang rupawan dan elegan, David Ginola menjadi musuh masyarakat ketika aksinya membuat Les Blues gagal ke Piala Dunia 1994. Peristiwa menghantui sepanjang hidupnya

oleh Yo KavyaDiterbitkan 08 September 2022, 06:00 WIB
Mantan pemain Tottenham Hotspur dan Newcastle United, David Ginola. (Telegraph).

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan malam itu penting sekali bagi Prancis. Hasil imbang menghadapi Bulgaria sudah cukup mengantar Prancis ke Piala Dunia 1994. Sebaliknya Bulgaria butuh kemenangan. Harapan Prancis semakin besar karena laga Grup F kualifikasi Piala Dunia 1994 zona Eropa ini berlangsung di rumah sendiri, di Parc des Princes, Paris.

Di atas kertas, tak ada yang perlu dikhawatirkan bagi Prancis untuk mengalahkan Belgia pada 17 November 1993. Sejumlah parameter teknis maupun non-teknis sangat mengunggulkan tim yang ketika itu diasuh Gerard Houllier.

Apalagi Prancis punya pemain seperti Jean-Pierre Papin, Eric Cantona, Marcel Desailly, Didier Deschamps, Laurent Blanc, dan David Ginola.

Laga berlangsung sengit. Prancis memimpin melalui Cantona di menit ke-32 lewat sepakan voli jarak dekat menyambut operan matang Papin. Namun, lima menit kemudian, Emil Kostadinov menyamakan kedudukan bagi Bulgaria memaksimalkan situasi sepak pojok.

Memasuki babak kedua, Prancis bermain santai seolah sudah memastikan lolos ke Piala Dunia 1994. Seorang komentator asal Bulgaria bahkan diketahui menyerukan kalimat bernada pesimistis. “Yak. Semuanya segera berakhir. Bulgaria tak akan berpartisipasi di Piala Dunia 1994,” katanya.

Lewat separuh babak kedua Prancis memasukkan David Ginola. Penyerang sayap itu menggantikan Papin. Bencana pun tiba.


Umpan Silang

Eric Cantona - Pria berusia 55 tahun ini bergabung dengan Manchester United pada akhir tahun 1992. Pesepak bola asal Prancis ini sukses bersama Manchester United dan menyumbangkan sembilan piala untuk The Red Devils. (AFP/Gerry Penny)

Houllier meminta para pemain menguasai bola sambil menunggu wasit membunyikan peluit akhir. Namun Ginola mengindahkan instruksi Houllier ketika Prancis mendapat tendangan bebas di area kanan pertahanan Bulgaria.

Entah terlalu pede atau sekadar ingin menciptakan peluang, Ginola malah melepaskan umpan silang ke depan. “Mengapa ia tidak tahan saja bola itu?” kata komentator pertandingan.

Bola melambung dan jatuh di kaki bek kiri Bulgaria, Emil Kremenliev yang segera mengirim bola ke Lubo Penev. Membawa bola dengan cepat dari sisi kanan, Penev mengirim umpan area pertahanan Prancis.

Kostadinov menerima bola itu. Dua kali menyentuh bola, lalu sentuhan ketiga dijadikannya tendangan keras yang tak mampu dicegah kiper Prancis Bernard Lama. Bulgaria pun menang dan melaju ke Piala Dunia 1994 mengangkangi Prancis.

Lanjut Baca:

Kesalahan Ginola membuat marah para penonton. Mereka mengamuk di stadion dan jalanan. Kemarahan terhadap Ginola terus berlanjut. Ia dijuluki “Pembunuh Sepak Bola Prancis’ oleh publik. Kariernya baru seumur jagung di pentas internasional tamat secara perlahan. Terakhir kali ia dipanggil adalah terjadi pada kualifikasi Euro 1996 versus Azerbaijan, 9 Juni 1995.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya