Top 3: 23 Perusahaan Antre di Pipeline IPO, Bidik Dana Rp 9,5 Triliun

Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Sabtu, 3 September 2022.

oleh Pipit Ika RamadhaniDiperbarui 04 September 2022, 07:01 WIB
Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sejumlah perusahaan tengah antre di pipeline IPO. Hingga 2 September 2022, BEI mengantongi 23 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham.

"Dari 23 calon perusahaan tercatat dalam pipeline pencatatan saham, perkiraan total emisi sebesar Rp9,5 triliun. Beberapa di antaranya perusahaan tersebut menargetkan emisi lebih dari Rp 1 triliun,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada awak media, Jumat (2/9/2022).

Berdasarkan POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat 14 perusahaan calon penghuni bursa dengan aset skala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar. Lalu lima perusahaan skala menengah dengan aset antara Rp 50—Rp 250 miliar, dan empat perusahaan dengan skala kecil di bawah Rp 50 miliar.

Artikel 23 perusahaan antre di pipeline IPO, bidik dana Rp 9,5 triliun menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Sabtu ( 3/9/2022):

1.23 Perusahaan Antre di Pipeline IPO, Bidik Dana Rp 9,5 Triliun

 Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sejumlah perusahaan tengah antre di pipeline IPO. Hingga 2 September 2022, BEI mengantongi 23 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham.

"Dari 23 calon perusahaan tercatat dalam pipeline pencatatan saham, perkiraan total emisi sebesar Rp9,5 triliun. Beberapa di antaranya perusahaan tersebut menargetkan emisi lebih dari Rp 1 triliun,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada awak media, Jumat (2/9/2022).

Berdasarkan POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdapat 14 perusahaan calon penghuni bursa dengan aset skala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar. Lalu lima perusahaan skala menengah dengan aset antara Rp 50—Rp 250 miliar, dan empat perusahaan dengan skala kecil di bawah Rp 50 miliar.

Berita selengkapnya baca di sini

2.Gandeng DCI Indonesia, WIR Asia Ingin Hadirkan Pengalaman Metaverse Tanpa Hambatan

Penandatanganan master service agreement Executive Chairman and Co Founder WIR Group Daniel Surya dengan CEO DCI Indonesia Toto Sugir, Rabu, 31 Agustus 2022 (Foto: Liputan6.com/Elga N)

PT WIR Asia Tbk (WIRG) bekerja sama dengan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dalam membuat sebuah pengalaman metaverse yang aman dan tanpa hambatan.

"Bahwa dengan DCII itu memungkinkan untuk membuat sebuah pengalaman metaverse tanpa hambatan. Karena mereka pemain data center terbesar di sebuah wilayah (Asia Tenggara)," kata Chief Sales and Marketing Officer WIR Asia, Gupta Sitorus kepada Liputan6.com, di Merusaka Nusa Dua, Bali, Kamis, 1 September 2022.

Sementara itu, Chief Enterprise and Solution Officer WIR Asia, Norman Yoshua menuturkan, kerjasama yang dijalin dengan DCI Indonesia sebagai upaya untuk bisa akomodasi semua kolaborasi metaverse Indonesia.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Biang Kerok Susustnya Produksi PT Timah Tbk pada Semester I 2022

Karyawan melintasi layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan penurunan produksi pada semester I 2022. Pada semester I 2022, produksi bijih timah perseroan tercatat sebesar 9.901 ton atau turun 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 11.457 ton.

Dari jumlah tersebut 39 persen atau 3.829 ton berasal dari penambangan darat, sedangkan sisanya 61 persen atau 6.072 ton berasal dari penambangan laut.  Produksi logam timah pada semester I 2022 turun 26 persen menjadi 8.805 Mton dari dibanding semester I 2021 sebesar 11.915 Mton.

Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Abdullah Umar Baswedan mengungkapkan, turunnya produksi perseroan lantaran terdapat mitra penambang lokal tidak menyerahkan hasil tambangnya kepada perseroan.

Berita selengkapnya baca di sini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya