Liputan6.com, Jakarta Mantan kiper Manchester United, Tim Howard pernah mencatatkan rekor fantastis di Piala Dunia. Dia melakukan 16 penyelamatan dalam satu pertandingan.
Aksi itu ia lakuan saat membela negaranya Amerika Serikat menghadapi Belgia pada laga 16 besar Piala Dunia 2014 di Stadion Arena Fonte Nova, Kota Salvador, Brasil.
Advertisement
Pada laga ini, Amerika Serikat berhasil menahan skuat emas Belgia hingga babak perpanjangan waktu. Belgia harus bersusah payah menghadapi satu pemain Amerika Serikat yang tampil gemilang.
Sosok itu adalah Howard. Dia tampil apik di bawah mistar gawang selama laga tersebut. Selama 90 menit dia berhasil membuat para pemain Belgia frustrasi.
Dari total 38 peluang Belgia, Howard sanggup menangkis 16 ancaman. Aksi tersebut juga membuat pria berkepala plontos itu dinobatkan sebagai man of the match alias pemain terbaik dalam laga AS-Belgia.
16 penyelamatan itu menjadi rekor terbanyak dalam satu pertandingan menurut data Opta.
Namun titik terang bagi Belgia terjadi di awal babak perpanjangan waktu. Kevin De Bruyne akhirnya membobol Howard di menit 93. Menjelang akhir babak pertama perpanjangan, Howard kembali kebobolan melewati gol Romelu Lukaku di menit 105.
AS hanya bisa membalas satu melalui Robert Green di menit 107. Hasil 2-1 untuk kemenangan Belgia bertahan hingga akhir. Penampilan gemilang Howard gagal menyelamatkan AS dari kekalahan.
Tuai Pujian
Aksi ciamik Howard di bawah mistar gawang mendapatkan pujian dari pelatih AS saat itu Juergen Klinsmann. Menurut juru taktik asal Jerman tersebut, Howard pantas mendapatkan pujian dai pejuru dunia.
“Yang Tim lakukan malam ini sangat fenomenal, bukan main. Dia membuat kami tetap bernapas lama," kata Klinsmann, dilansir BBC.
"Kami bangga memiliki dia sebagai bagian dari tim. Pertandingan tadi sangat luar biasa dan Anda bisa memberikan pujian terbesar di dunia,” ujarnya, menambahkan..
Penyesalan Howard
Meski berhasil mencatatkan rekor, Howard mengaku tidak terlalu senang. Bahkan sebaliknya, dia merasa menyesal karena tak bisa membawa Amerika ke babak perempat final Piala Dunia 2014.
“Semua itu tidak begitu penting bagi saya. Tujuan saya bermain memang untuk melakukan itu, menaruh wajah di depan bola. Jika tadi saya tidak melakukan penyelamatan atau melakukan 20 penyelamatan, itu tidak berarti apa-apa. Sakit sekali ketika kami kalah,” kata Howard yang saat itu bermain untuk Everton.