Liputan6.com, Malang: Kebakaran hebat yang melanda Pusat Perbelanjaan Matahari di kawasan Pasar Baru, Malang, Jawa Tengah, diduga karena hubungan pendek arus listrik. Dugaan ini dikuatkan keterangan tiga anggota satuan pengamanan gedung saat mereka dimintai keterangan di Markas Kepolisian Resor Kota Malang, Senin (3/3) siang tadi.
Menurut Kepala Polresta Malang Ajun Komisaris Besar Polisi Fatkur Rohman, keterangan etrsebut diperoleh dari tiga anggota satpam pusat perbelanjaan tersebut yakni Sulkan, Widodo, Tarno. Kendati begitu, kepastian penyebab kebakaran tetap akan menunggu hasil penyelidikan Tim laboratorium dan Forensik Surabaya. Sejauh ini, polisi masih memblokir sejumlah kawasan yang menuju ke lokasi kebakaran. Selain itu, police line. juga dipasang agar para pedagang tak dapat menerobos masuk ke dalam lokasi. Soalnya, dikhawatirkan mereka akan mengganggu penyelidikan.
Mengenai keberadaan para pedagang, sejumlah penjual yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Besar Malang (HIPPMA) yang standnya ikut terbakar meminta pada manajemen Matahari untuk segera memperbaikinya. Dengan begitu, mereka dapat berjualan kembali di areal tersebut. Menanggapi tuntutan tersebut, Manajer Area Pusat Perbelanjaan Matahari Jacob belum dapat berkomentar.
Seperti diberitakan sebelumnya, selain ruangan yang disewa Matahari, api juga melalap habis puluhan ruangan milik pedagang tradisional lainnya. Api yang pertama kali muncul sejak Senin kemarin sekitar pukul 01.00 WIB ini baru bisa dijinakkan 12 jam kemudian [baca: Api di Matahari Malang Padam]. Kendati begitu, para petugas pemadam kebakaran tetap membasahi gedung tersebut, terutama di lantai dua, tempat pertama kali api muncul. Hingga kini, kerugian materil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 40 miliar lebih.(DEN/Noor Ramadhan dan Eko)
Menurut Kepala Polresta Malang Ajun Komisaris Besar Polisi Fatkur Rohman, keterangan etrsebut diperoleh dari tiga anggota satpam pusat perbelanjaan tersebut yakni Sulkan, Widodo, Tarno. Kendati begitu, kepastian penyebab kebakaran tetap akan menunggu hasil penyelidikan Tim laboratorium dan Forensik Surabaya. Sejauh ini, polisi masih memblokir sejumlah kawasan yang menuju ke lokasi kebakaran. Selain itu, police line. juga dipasang agar para pedagang tak dapat menerobos masuk ke dalam lokasi. Soalnya, dikhawatirkan mereka akan mengganggu penyelidikan.
Mengenai keberadaan para pedagang, sejumlah penjual yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Besar Malang (HIPPMA) yang standnya ikut terbakar meminta pada manajemen Matahari untuk segera memperbaikinya. Dengan begitu, mereka dapat berjualan kembali di areal tersebut. Menanggapi tuntutan tersebut, Manajer Area Pusat Perbelanjaan Matahari Jacob belum dapat berkomentar.
Seperti diberitakan sebelumnya, selain ruangan yang disewa Matahari, api juga melalap habis puluhan ruangan milik pedagang tradisional lainnya. Api yang pertama kali muncul sejak Senin kemarin sekitar pukul 01.00 WIB ini baru bisa dijinakkan 12 jam kemudian [baca: Api di Matahari Malang Padam]. Kendati begitu, para petugas pemadam kebakaran tetap membasahi gedung tersebut, terutama di lantai dua, tempat pertama kali api muncul. Hingga kini, kerugian materil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 40 miliar lebih.(DEN/Noor Ramadhan dan Eko)