Jokowi Setuju PMN Garuda Indonesia Rp 7,5 Triliun

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah menyetujui suntikan penyertaan modal negara (PMN) Rp 7,5 triliun ke Garuda Indonesia.

oleh Arthur GideonDiperbarui 24 Agustus 2022, 17:34 WIB
Menteri Erick Thohir dalam konferensi pers di Istana Negara, Rabu (24/8/2022).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah menyetujui suntikan penyertaan modal negara (PMN) Rp 7,5 triliun ke Garuda Indonesia. Sehingga, maskapai pelat merah itu bisa menindaklanjuti penyehatan perusahaan dan kondisi penerbangan kedepannya.

Keputusan ini keluar pasca adanya rapat terbatas yang dilakukan di Istana Kepresidenan Jakarta bersama sejumlah menteri, Rabu (24/8/2022) sore. Erick Thohir menyebut, suntikan dana ini akan menjadi salah satu upaya membuat tiket pesawat lebih murah.

"Tadi dalam paparan kita sampaikan, alhamdulillah terima kasih atas dukungan pemerintah dan DPR dimana kita sudah bisa berhasil merestrukturisasi Garuda melalui PKPU sehingga garuda kembali bisa untuk bergerak secara korporasi lebih sehat," kata dia dalam konferensi pers pasca Ratas di Istana Presiden, Rabu (24/8/2022).

"Dimana salah satunya indikasi yang akan kita lakukan seusai PKPU putuskan, pemerintah akan kembali membantu PMN sebesar Rp 7,5 triliun," tambahnya.

Menurut Erick, rencana ini telah keluar setidaknya 1,5 tahun lalu sebelum maraknya kasus Covid-19. Tapi rencana ini tertunda akibat adanya pandemi Covid-19.

"Tetapi inilah momentum yang baik saya rasa tentu bagaimana sekarang recovery covid-19 sudah terjadi, pertumbuhan ekonomi kita sudah di 5,44 (persen) maka kita sampaikan ke presiden dan para menteri yang hadir," paparnya.

 

 

Tambah Pesawat

Pesawat Garuda terparkir di landasan pacu Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Banten, Rabu (17/11/2021). Maskapai Garuda Indonesia akan menutup 97 rute penerbangannya secara bertahap hingga 2022 mendatang bersamaan dengan proses restrukturisasi yang tengah dilakukan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

 Lebih lanjut, Erick mengatakan pasca proses PKPU selesai Garuda Indonesia dan Citilink akan menambah armada pesawatnya. Sehingga ditarget pada akhir tahun ini akan mengoperasikan 120 armada dari saat ini 61 armada.

"Nah keseimbangan ini yang kita harapkan juga bisa memperbaiki harga tiket pesawat.

Menteri Erick memastikan, harga sewa pesawat ini tidak akan melebihi harga pasar. Menyambung Garuda Indonesia pernah terlibat kasus korupsi pengadaan pesawat dengan harga yang terlampau tinggi.

"kita pastikan pessawat yang baru ini harga sewanya sesuai dengan harga pasar. tidak harga seperti yang sebelumnya yang terindikasi, bahkan sudah ada tersangka untuk kasus korupsi untuk di garuda," tukasnya. 

 

 

10 Pesawat

Pesawat Garuda berada di landasan pacu Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Banten, Rabu (17/11/2021). Maskapai Garuda Indonesia akan menutup 97 rute penerbangannya secara bertahap hingga 2022 mendatang bersamaan dengan proses restrukturisasi yang tengah dilakukan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan Garuda Indonesia akan menambah pesawat sebagai respons dalam mengendalikan harga tiket pesawat yang dinilai mahal.

Ini menyusul MoU yang ditandatangani antara Garuda Indonesia dengan Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Arya juga mengatakan ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Presiden Joko Widodo tentang penambahan armada. Harapannya, harga tiket yang kini mahal bisa dikendalikan menjadi lebih murah dan terjangkau.

"Pak Jokowi kan minta BUMN untuk memperbanyak armada, kalau khusus untuk BUMN adalah bagaimana Garuda bisa memperbanyak armada, maupun Citilink dan Pelita, supaya harga lebih kompetitif," kata dia kepada wartawan di Kementerian BUMN, Selasa (23/8/2022).

Soal jumlah armada, ia mengungkap setidaknya da 10 pesawat yang nantinya akan ditambah oleh Garuda Indonesia. Maka, pembiayaan dari PPA akan digunakan untuk itu, selagi menunggu Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Garuda Indonesia cair.

"Nah itu langsung udah kita kerjakan. Makanya Garuda bikin MoU dengan PPA supaya bisa nambah pesawat. Kemungkinan nambah sekitar 10, ini kan PMN belum turun, masih proses," terangnya.

"Nanti kalau tambah 10 (pesawat), nanti rute akan tambah banyak," tambahnya.

 

Infografis Krisis Kepak Sayap Garuda Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya