Liputan6.com, Jakarta - Kuartet ganda putra Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2022 mendapat keuntungan berupa mendapat bye pada babak pertama. Mereka baru akan berlaga Rabu (24/8/2022).
Meski tak harus keluar keringat putaran awal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2022, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri sudah siap tempur.
Advertisement
"Semua sudah siap dengan latihan kurang lebih satu bulan. Jadi istilahnya, tenaganya sudah siap untuk pertandingan ini. Menurut saya semua pemain berpeluang juara di sini, karena ini Kejuaraan Dunia apapun bisa terjadi. Intinya tidak boleh lengah sejak awal," kata Hendra dilansir situs resmi PBSI.
Salah satu duo pasangan berjuluk The Daddies ini menyebut, tugas kuartet ganda putra Indonesia adalah menjaga kondisi badan agar tetap sehat dan fit. Di sisi lain, mereka juga harus lebih siap dan cepat beradaptasi dengan lapangan karena tampil telat dibanding pemain lain.
"Yang paling disiapkan adalah bagaimana nanti di pertandingan pertama. Biasanya kadang-kadang belum bisa keluar permainannya atau masih mencari-cari pola. Harapannya nanti saya dan Hendra bisa langsung maksimal," sebut Ahsan.
Ganda putra jadi salah satu harapan utama Indonesia untuk merebut gelar di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022. Nomor lain adalah tunggal putra. Menurut Kabid Binpres PP PBSI Rionny Mainaky, dua sektor tersebut punya kans lewat pemain andalannya masing-masing.
"Untuk target, saya lihat empat ganda putra dan tiga tunggal putra sudah menjalani persiapan yang sangat serius dan dalam kondisi yang prima. Performa mereka dari turnamen sebelumnya juga positif," kata Rionny.
* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Persiapan Pasangan Lain
Persiapan matang juga sudah dipegang oleh peringkat satu dunia, Marcus/Kevin jelang pertandingan. Kejuaraan Dunia menjadi ajang pertama mereka setelah absen dalam tiga turnamen Asia Tenggara karena cedera Marcus.
"Perasaannya pasti senang bisa main lagi. Kondisi saya sudah 90 persen, tapi kami akan coba lakukan yang terbaik di setiap pertandingan," tutur Marcus.