NICE Genjot Kemampuan Digital Fundrising Melalui UPSKILL Program

Basis data yang digunakan untuk program ini adalah survey kebutuhan peningkatan kapasitas kepada para CSO penerima manfaat tahun ini.

oleh Liputan6.comDiperbarui 30 Oktober 2022, 21:54 WIB
UPSKILL Program yang digelar NICE merupakan pelatihan peningkatan kapasitas untuk staf atau karyawan. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta NICE Indonesia merupakan institusi social enterprise yang bergerak dalam peningkatan kapasitas pendidikan dan third sector/CSO/organisasi sosial dan komunitas.

Misi NICE Indonesia adalah untuk memperkuat masyarakat dan organisasi melalui pengembangan kapasitas dalam pengelolaan dana, penciptaan program yang berdampak kuat, serta layanan pengembangan manusia untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Salah satu program NICE Indonesia yang berfokus pada third sector adalah pelatihan yang diberikan kepada staff CSO berdasarkan masing-masing kebutuhan lembaga. Program ini bernama UPSKILL Program, yang merupakan pelatihan peningkatan kapasitas staf atau karyawan.

Basis data yang digunakan untuk program ini adalah survey kebutuhan peningkatan kapasitas kepada para CSO penerima manfaat tahun ini.

"Hasilnya adalah mayoritas dari penerima manfaat membutuhkan pelatihan yang berfokus pada digital fundrising," kata Dasril Guntara selaku CEO NICE Indonesia melalui pesan tertulis, Sabtu (29/10/2022).

Dijelaskan Dasril, training UPSKILL Program ini dilaksanakan beberapa waktu yang lalu, selama 2 hari, di Hotel Teraskita, Cawang, Jakarta Timur. Dihadiri oleh 7 CSO penerima manfaat NICE Indonesia, di antaranya adalah Yayasan Sekolah Relawan, Yayasan Gerak Bareng, Yayasan AISI, Yayasan Rahmany Depok, Lembaga Dakwah dan Taklim (LDATA) Jakarta, Yayasan Kesehteraan Madani (Yakesma), dan Yayasan Munashoroh Indonesia. Masing-masing CSO mengirimkan dua staff untuk mengikuti serangkain pelatihan UPSKILL Program.

Program ini tidak hanya berhenti pada sesi setelah training offline 2 hari tersebut, pascapelatihan para peserta akan didampingi oleh para trainer hingga 2 kali pertemuan mentoring and coaching.

"Output dari kegiatan ini adalah semua peserta dapat memahami dan juga dapat mempraktikkan keterampilan mengenai digital fundrising, di antaranya yaitu membuat konten digital dan juga melakukan optimasi digital," ungkapnya.

UPSKILL Program tahun ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan. Tahun 2021 yang lalu NICE Indonesia memberikan pelatihan ini kepada 3 CSO mitra NICE Indonesia dan NAMA Foundation. Di antaranya adalah Yayasan Bina Ukhuwah Subang, Yayasan Fatihunnur, dan Yayasan Aly An-Nuamy.

Program ini merupakan kegiatan yang didanai oleh NAMA Foundation serta diinisiasi oleh NICE Indonesia bagi 14 CSO di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan bersama secara global di 3 negara yakni Indonesia, Kirgystan dan Tanzania.

 

 

Berharap Memberikan Dampak

Budi salah seorang peserta dari Yayasan Gerak Bareng mengucapakan banyak terima kasih kepada NICE Indonesia.

"Dengan mengikuti kegiatan CSO ini wawasan saya tentang digital fundrising menjadi terbuka, semoga bisa segera saya praktikkan," terang Budi.

NICE Indonesia berharap program ini memberikan dampak khususnya kepada CSO/organisasi sosial dan komunitas mitra NICE Indonesia serta para penerima manfaat bisa bertumbuh kembang lebih pesat lagi.

"Program ini memberi dan menebar manfaat lebih banyak lagi kepada semua orang yang membutuhkan," tutup Dasril.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya