7 Keputusan Kontroversial Wasit dalam Sejarah Piala Dunia

Kesalahan wasit dapat menyebabkan kerugian besar pada salah satu pihak seperti dianulirnya sebuah gol di partai final Piala Dunia, sehingga sang pengadil harus siap menghadapi derasnya amarah dan hujatan.

oleh Dania SaktiDiterbitkan 13 Agustus 2022, 10:00 WIB
(Ilustrasi)

Liputan6.com, Jakarta Piala Dunia 2022 dijadwalkan akan berlangsung November hingga Desember guna menghindari cuaca panas ekstrem di negara tuan rumah Qatar. Ini juga sekaligus menandai pertama kalinya dalam 92 tahun penyelenggaraan Piala Dunia, turnamen itu digelar di tengah berlangsungnya musim liga domestik Eropa.

Dalam sepak bola, yang juga kerap mendapat sorotan di lapangan selain pemain adalah wasit yang bertanggung jawab memimpin pertandingan dan menegakkan hukum selama permainan berlangsung.

Menjadi wasit agaknya bukan profesi mudah. Butuh banyak waktu dan upaya untuk mempelajari dan memahami aturan permainan serta melatih dan menyiapkan kebugaran fisik. Pada saat bertugas, mereka harus berlari selama kurang lebih 90 menit pertandingan berlangsung dengan 22 pemain di lapangan yang harus diawasi pergerakannya, ditambah teriakan dua pelatih dan ratusan bahkan ribuan suporter di pinggir lapangan yang seolah menegaskan bahwa apa pun keputusan yang dibuat, wasit selalu salah.

Tentu saja setiap orang bisa membuat kesalahan, bagaimanapun pada akhirnya kita hanyalah manusia. Namun, jika kesalahan yang dibuat menyebabkan kerugian besar pada salah satu pihak seperti dianulirnya sebuah gol di partai final Piala Dunia, sang wasit harus siap menghadapi derasnya amarah dan hujatan yang ditujukan kepadanya. Berikut kami sajikan 7 keputusan berbau kontroversial yang dibuat wasit sepanjang sejarah Piala Dunia seperti dikutip dari berbagai sumber.


1. Dua Gol “offside” Dos Santos ke Gawang Kamerun (2014)

Suporter timnas Kamerun menyambut gembira keberhasilan timnya melaju ke babak perempat final Piala Afrika 2022 (Ibrahim YOUSSOUF / AFP)

Kemenangan 1-0 timnas Meksiko atas Kamerun di laga penyisihan Grup A Piala Dunia 2014 diwarnai dengan keputusan kontroversial asisten wasit Humberto Clavijo yang menganulir dua gol Giovani Dos Santos. Gol pertama Dos Santos yang tercipta lewat umpan silang di menit-menit awal pertandingan dinyatakan offside oleh asisten wasit asal Kolombia itu, padahal dalam tayangan ulang Dos Santos tidak berada dalam area terlarang.

Kekecewaan El Tri terulang pada menit ke-29 saat gol Dos Santos kembali dianulir karena dinyatakan offside. Tayangan ulang menunjukkan bahwa bola sempat mengenai kepala pemain Kamerun dan Dos Santos berada dalam posisi onside. Clavijo sendiri akhirnya dibebastugaskan FIFA dari sisa pertandingan di Piala Dunia 2014 setelah kesalahan ganda yang dibuatnya.

Lanjut Baca:

Frederico Chaves Guedes atau yang lebih dikenal dengan nama Fred mungkin tidak setenar striker-striker Brasil lainnya, tetapi ia berkontribusi besar dalam kemenangan Selecao atas Kroasia di laga pembuka Piala Dunia 2014 di Sao Paolo. Sayangnya, kontribusi itu melahirkan keputusan wasit yang berbau kontroversial, tepatnya pada menit ke-71. Kala itu kedua tim berbagi skor 1-1 dan wasit Yuichi Nishimura yakin Fred diseret di dalam kotak penalti Kroasia oleh bek Dejan Lovren. Wasit asal Jepang itu lantas menghadiahkan penalti untuk Brasil yang berhasil dikonversi Neymar menjadi gol kemenangan Selecao. Sementara itu, tayangan ulang memperlihatkan bahwa Fred memanfaatkan kontak halusnya dengan Lovren dengan menjatuhkan dirinya sendiri ke dalam kotak penalti Kroasia. Pelatih Kroasia Niko Kovac pun marah atas keputusan wasit itu. Ia mengomentari penalti itu sebagai keputusan konyol dan menyebut bahwa Nishimura tidak punya kemampuan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya