Urai Masalah Adminduk di Kawasan Hutan dan Perkebunan, Banyuwangi Hadirkan Camping Embun

Para petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) di Camping Embun, menginap di kawasan hutan dan perkebunan untuk memberikan layanan adminduk.

oleh stella maris diperbarui 10 Agu 2022, 11:16 WIB
Banyuwangi mendekatkan layanan adminduk dengan Festival Camping Embun, di Dusun Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Kalibaru Kulon yang merupakan kawasan Perkebunan Jatirono, PT Perkebunan Nasional (PTPN) XII/Istimewa.

Liputan6.com, Banyuwangi Camping Embun, Cara Banyuwangi Mengurai Permasalahan Dokumen Kependudukan di Kawasan Hutan dan Perkebunan

 

Jauhnya akses menuju pusat pelayanan, teknologi yang kurang terjangkau, jadi beberapa alasan yang membuat masyarakat enggan mengurus atau memperbarui administrasi kependudukan (adminduk). Hal itu terjadi di kawasan hutan dan perkebunan di Banyuwangi.

Ya, meski Banyuwangi memiliki inovasi digiltalisasi dalam kepengurusan adminduk, namun bagi warga di kawasan hutan dan perkebunan hal tersebut tak menjadi solusi. Lagi-lagi karena keterbatasan teknologi komunikasi di kawasan tersebut.

Dari masalah tersebut, Banyuwangi mendekatkan layanan adminduk dengan Festival Camping Embun, di Dusun Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Kalibaru Kulon, yang merupakan kawasan Perkebunan Jatirono, PT Perkebunan Nasional (PTPN) XII.

Desa Kajarharojo terletak sekitar 15 kilometer dari kantor Kecamatan Kalibaru yang merupakan kecamatan paling selatan Banyuwangi. Menuju desa ini harus melewati jalan menanjak dengan kontur jalan berbatu (makadam) sekitar 10 kilometer dari jalan utama.

Para petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) menginap di kawasan tersebut untuk memberikan layanan adminduk.

"Saya bersyukur ada layanan ini. Terima kasih sudah membuka layanan di dusun kami. Sangat membantu sekali dan menghemat waktu," kata Diah (40), warga Desa Kajarharjo.

Perempuan yang bekerja di perkebunan itu mengatakan, biasanya apabila akan mengurus adminduk dia harus meminta libur atau cuti bekerja.

 

Banyuwangi mendekatkan layanan adminduk dengan Festival Camping Embun, di Dusun Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Kalibaru Kulon, yang merupakan kawasan Perkebunan Jatirono, PT Perkebunan Nasional (PTPN) XII/Istimewa.

"Seperti saat saya mengurus perubahan akta kelahiran keponakan. Saya harus minta libur karena bukanya kantor kan hari kerja. Belum lagi jaraknya jauh, jadi butuh seharian," kata Diah.

Hal yang sama juga dilontarkan Nurhasanah (37), yang mengurus akta kelahiran suami.

"Suami saya harus bekerja, jadi saya yang ngurus. Alhamdulilah ada program ini, jadi ngurusnya dekat," kata Nurhasanah.

Belum lagi ketidakahuan masyarakat terkait proses pengurusan adminduk. Di Desa Kajarharjo, banyak yang tidak memperbaharui adminduk karena ketidaktahuan mereka. Seperti nenek Duma (63) yang memiliki KTP masih berbentuk seperti tahun 1990-an (berwarna putih) bukan KTP elektronik.

"Saya tidak tahu kalau harus buat KTP baru. Karena itu mumpung di sini jadi saya mengurusnya," kata Duma.

Banyak pula permasalahan adminduk lainnya, seperti warga pendatang yang tidak mengetahui alur kepengurusannya, sehingga enggan untuk mengurus.

"Di kawasan yang geografis dan teknloginya tidak terjangkau seperti pemukiman di kawasan hutan dan perkebunan memang banyak ditemukan persoalan-persoalan adminduk. Karena itu kami mendekatkan layanan, dengan datang langsung ke kawasan-kawasan tersebut," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

 

Banyuwangi mendekatkan layanan adminduk dengan Festival Camping Embun, di Dusun Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Kalibaru Kulon, yang merupakan kawasan Perkebunan Jatirono, PT Perkebunan Nasional (PTPN) XII/Istimewa.

"Saya ucapkan terima kasih pada petugas Dispendukcapil, yang harus camping dan menginap  untuk memberikan layanan. Semoga ini menjadi amal ibadah Anda," kata Ipuk.

Ditambahkan Kepala Dispendukcapil Juang Pribadi, hingga Selasa siang telah 87% dokumen adminduk yang berhasil terselesaikan dari total target sekitar 650 orang. Kurang 13% dokumen atau sekitar 105, karena harus melalui proses yang lebih sulit.

"Seperti warga pendatang yang melakukan perubahan dokumen, tapi belum mengurus ke daerah asalnya. Kami mencoba untuk komunikasi dengan pemerintah daerah asal yang bersangkutan untuk menarik berkas, dan kami upayakan untuk selesai hari ini. Dari semalam kami menginap untuk mempersiapkan sarana dan prasarana. Mulai pagi tadi kami membuka layanan hingga besok," kata Juang.

Belum lagi kasus-kasus sulit yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Seperti warga yang mengurus akta cerai, namun tidak memiliki surat keputusan dari persidangan.

Juang mengatakan dalam Camping Embun kali ini, selain pengrusuan dokumen adminduk mulai pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, akta kematian, akta keluarga, dan perubahan dokumen lainnya, juga terdapat layanan sidang Isbat bekerjasama dengan Pengadilan Agama.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya