Barcelona Ancam Proses Pidana Kontrak Frenkie De Jong

Barcelona telah menemukan bukti aktivitas kriminal dalam perpanjangan kontrak Frenkie De Jong pada 2020. Kontrak itu terjadi pada saat pemerintahan Presiden Jose Maria Bartomeu.

oleh Bogi TriyadiDiterbitkan 09 Agustus 2022, 07:00 WIB
Gelandang Barcelona Frenkie de Jong. (foto: Saeed KHAN / AFP)

Liputan6.com, Barcelona - Spekulasi seputar masa depan Frenkie de Jong bersama Barcelona terus mendominasi pasar transfer. Saat ini, Manchester United terus berupaya untuk mengontrak gelandang berusia 25 tahun tersebut.

MU diyakini sudah mencapai kesepakatan dengan Barcelona senilai 63 juta pound untuk memboyong De Jong ke Old Trafford. Jumlah itu bisa mencapai hingga 71 juta pound atau sekitar Rp 1,27 triliun dengan tambahan.

Tapi, Manajer MU Erik ten Hag hingga kini belum mampu meyakinkan mantan anak asuhnya di Ajax itu untuk meninggalkan Camp Nou. Situasi ini terjadi di tengah perselisihan sengit mengenai gajinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi keuangan raksasa Catalan sangat terganggu selama pandemi Covid-19. De Jong adalah salah satu dari beberapa pemain Barcelona yang setuju untuk gajinya ditunda dibayar.

Gaji De Jong yang belum dibayarkan sebesar 15,1 juta pound oleh Barcelona, yang bertekat untuk melepasnya untuk menyeimbangkan pembukuan keuangan. Tapi, pemain timnas Belanda itu menolak pergi.

Barcelona sekarang bakal mengambil jalur hukum terkait situasi ini. The Athletic mengklaim Blaugrana sudah membicarakan gagasan tindakan kriminal atas kontrak De Jong.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Batalkan persyaratan di kontrak

Gelandang Barcelona Frenkie de Jong menjadi target utama Manchester United atau MU pada bursa transfer musim panas 2022. (LLUIS GENE / AFP)

Frenkie de Jong awalnya menandatangani kontrak lima tahun di Camp Nou ketika didatangkan dari Ajax pada 2019. Kemudian disepakati perpanjangan dua tahun pada Oktober 2020 saat Barcelona dipimpin Josep Maria Bartomeu.

Bartomeu dan dewannya mundur pada 2021 saat Joan Laporta kembali menjadi presiden Barcelona. Blaugrana diduga menerima surat dari klub pada bulan lalu yang mengklaim telah menemukan bukti aktivitas kriminal dalam perpanjangan kontrak De Jong pada 2020.

Laporan tersebut mengklaim Barcelona kemudian ingin De Jong setuju untuk membatalkan persyaratan yang ada. Dia diminta kembali ke kesepakatan yang pertama kali ditandatangani di klub pada 2019, dengan dewan sebelumnya dituduh melakukan kesalahan.

Clement Lenglet, Marc-Andre ter Stegen, dan Gerard Pique memperpanjang kontraknya pada saat yang sama dengan De Jong. Tapi, tidak diketahui apakah ketiganya juga telah diancam dengan konsekuensi hukum.

Lanjut Baca:

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya