Menilik Jakarta International Stadium, Satu dari Lima Stadion Terbesar di Asia

Jakarta International Stadium (JIS) yang diresmikan pada akhir bulan lalu sejatinya merupakan satu dari lima stadion terbesar di Asia. Bangunan yang telah diwacanakan berdiri sejak era pemerintahan Fauzi Bowo itu mampu menampung hingga 82 ribu penonton.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 07 Agustus 2022, 18:00 WIB
Kolase Jakarta International Stadium (JIS) pada tanggal 15 Augustus 2021 (kiri) dan 19 April 2022 yang diambil dari Danau Cincin, Papango, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta - Jakarta International Stadium (JIS) telah diresmikan akhir bulan lalu, tepatnya pada Minggu (24/7/2022). Meski sudah dua pekan berlalu, grand launching JIS tetap menuai perhatian berbagai pihak.

Pasalnya, selain memiliki fasilitas megah, JIS memang tercatat sebagai salah satu stadion sepak bola terbesar di Asia. JIS saat ini mampu menampung kurang lebih 82 ribu penonton.

Kapasitas tersebut hanya tertinggal dari Rungrado 1st of May Stadium di Korea Utara, Bukit Jalil Stadium Stadium di Malaysia, serta Salt Lake Stadium di India.

Ditilik dari sejarah berdirinya, Jakarta International Stadium punya cerita panjang sebelum diresmikan tahun ini. Proyek pembangunan JIS diketahui telah berlangsung sejak 2008, ketika Jakarta masih berada di bawah era pemerintahan Fauzi Bowo.

Kala itu, muncul wacana mendirikan stadion kandang baru bagi Persija Jakarta di dekat Taman BMW, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Stadion tersebut rencananya akan memiliki kapasitas 50.000 penonton, dibangun mulai 2013, dan selesai pada 2015.

Sayangnya, kawasan sekitar saat itu diramaikan oleh penduduk yang membangun rumah secara ilegal. Hal ini membuat pemerintah perlu bekerja ekstra demi menyelesaikan sengketa lahan dan menghancurkan bangunan-bangunan bekas penghuni liar.

Perkembangan pendirian stadion baru terus berlanjut di dua masa kepemimpinan gubernur selanjutnya. Akan tetapi, proyek pembangunan belum kunjung terealisasi secara fisik.

Anies Baswedan lantas melanjutkan rencana tersebut pada 2019. Ia memperkenalkan proyek stadion baru dengan tajuk Jakarta International Stadium, yang memiliki total kapasitas 82 ribu penonton, serta fasilitas bertaraf internasional.


Fasilitas JIS

Suasana pertandingan dari atas tribun penonton saat laga persahabatan antara Persija Jakarta menghadapi Chonburi FC dalam rangka Grand Launching Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (24/7/2022). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Tak dapat dimungkiri, fasilitas JIS memang kerap membuat banyak pihak berdecak kagum. Pelatih Chonburi FC, Sasrom Pobrasert, pun sempat melontarkan pujian bagi JIS usai mengantar anak-anak asuhnya bertanding dalam laga persahabatan kontra Macan Kemayoran pada Minggu (24/7/2022) silam.

JIS menjadi stadion pertama di Indonesia yang menggunakan rumput hybrid turf. Rumput jenis ini merupakan perpaduan antara rumput alami dan bahan sintetis, yang terdiri atas 95 persen Zoysia Matrella (alami) dari Boyolali dan 5 persen Limonta dari Italia (sintetis).

Lanjut Baca:

Penggunaan hybrid turf dipandang sebagai salah satu keunggulan JIS. Pasalnya, rumput tersebut memiliki ketahanan tiga kali lipat lebih baik dibanding rumput alami. Rumput hybrid juga cocok dengan iklim pesisir, mengingat JIS letaknya tak jauh dari pantai di Jakarta Utara. Fasilitas ini membuat JIS hampir setara dengan stadion-stadion milik klub raksasa sepak bola Eropa, seperti Allianz Arena yang menjadi rumah bagi Bayern Munchen, Wanda Metropolitano milik Atletico Madrid, serta markas The Lilywhites Tottenham Hotspur Stadium. * BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya