Pertumbuhan Ekonomi Maluku dan Papua Meroket, Capai 13 Persen

Pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil menembus angka 5,44 persen secara tahunan atau year on year (YoY) pada kuartal II 2022.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 05 Agustus 2022, 10:30 WIB
Pekerja tengah mengerjakan proyek pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, Sabtu (15/12). Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 mendatang tidak jauh berbeda dari tahun ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil menembus angka 5,44 persen secara tahunan atau year on year (YoY) pada kuartal II 2022. Raihan ini ditopang oleh pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah yang juga positif.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengutarakan, secara spasial struktur perekonomian Indonesia pada triwulan II 2022 masih dipimpin oleh Pulau Jawa.

"Dengan kontribusi terhadap pertumbuhan domestik bruto (PDB) sebesar 56,55 persen, Pulau Jawa tumbuh sebesar 5,66 persen," ujar dia dalam sesi teleconference, Jumat (5/8/2022).

Meski kontribusi terhadap PDB jadi yang terkecil sebesar 2,51 persen, ekonomi di Maluku dan Papua justru tumbuh tertinggi hingga double digit.

"Kelompok Pulau Maluku dan Papua kembali mencatat pertumbuhan (YoY) tertinggi sebesar 13,01 persen," imbuh Margo.

Bila dirinci menurut masing-masing wilayah, kawasan Indonesia Timur memegang kendali besar dalam pertumbuhan ekonomi kuartal II 2022.

Pulau Sulawesi yang memiliki kontribusi terhadap PDB sebesar 7,09 persen ekonominya sukses tumbuh 6,47 persen, tertinggi kedua setelah Maluku dan Papua.

Kemudian, Pulau Sumatera dengan kontribusi PDB sebesar 22,03 persen pada kuartal II 2022 mencatat pertumbuhan ekonomi di bawah rata-rata nasional, yakni 4,95 persen.

Juga Kalimantan dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 9,09 persen hanya tumbuh 4,25 persen. Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2022 terendah berada di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, yang berkontribusi terhadap PDB 2,73 persen dan hanya menyentuh angka 3,94 persen.

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2022 Tembus 5,44 Persen

Pemandangan gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (5/4/2022). Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 menjadi 5,1 persen pada April 2022, dari perkiraan sebelumnya 5,2 persen pada Oktober 2021. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2022 tembus 5,44 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan kuartal I pada 2021 sebelumnya.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2022 bila dibandingkan dengan triwulan I 2022 tumbuh 3,72 persen. Bila dibandingkan kuartal II 2021, tumbuh 5,44 persen," terang Kepala BPS Margo Yuwono dalam sesi teleconference, Jumat (5/8/2022).

Secara kumulatif, Margo mengatakan, ekonomi Indonesia di sepanjang semester I 2022 ini sukses tumbuh 5,23 persen dibandingkan dengan semester I 2021.

Merujuk pada catatan peristiwa domestik, capaian tersebut berhasil diperoleh karena adanya mobilitas yang makin tinggi dibanding periode-periode sebelumnya.

"Untuk mobilitas terjadi kenaikan penumpang untuk seluruh moda transportasi. Rilis BPS sebelumnya disampaikan, selama Q2 ini penumpang transportasi tumbuhnya sangat signifikan, baik secara q2q maupun secara YoY," imbuhnya.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Upaya Pemerintah dan Bank Indonesia

Suasana gedung perkantoran di Jakarta, Sabtu (17/10/2020). International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 menjadi minus 1,5 persen pada Oktober, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya pada Juni sebesar minus 0,3 persen. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dari sisi pemerintah dan Bank Indonesia, juga berupaya bagaimana melakukan kebijakan untuk meminimkan dampak tekanan global terhadap indonesia.

"Pertama, subsidi dan bantuan sosial, realisasinya pada triwulan 2 meningkat cukup tajam. Secara YoY meningkat 11,24 persen untuk subsidi energi, dan bansos meningkat 56,17 persen," papar Margo.

Pada sisi moneter, Bank Indonesia juga masih menahan kenaikan suku bunga acuan di level 3,5 persen. Sehingga itu memberikan dampak kondusif terhadap pelaku usaha.

"Daya beli masyarakat masih tumbuh juga dengan mempertimbangkan inflasi, khususnya inflasi inti. Inflasi inti masih terjaga meski ada kenaikan. Itu menggambarkan daya beli makin baik, inflasi inti 2,63 persen di akhir Juni 2022," tuturnya.

Infografis Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Produk Domestik Bruto 2019-2021. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya