Kilas Balik Piala Dunia 1998: Perjalanan Prancis Menjadi Penguasa

Tampil di partai puncak Piala Dunia 1998, Prancis menghadapi tim sekaliber Brasil yang sudah beberapa kali masuk ke partai puncak.

oleh Alan KusumaDiterbitkan 04 Agustus 2022, 10:00 WIB
Karembeu kemudian terpilih memperkuat Timnas Prancis yang jadi tuan rumah Piala Dunia 1998. Di kejuaraan itu, Les Bleus berhasil mendapatkan trofi juara. (AFP/Pedro Ugarte)

Liputan6.com, Jakarta - Di Stade de France, Timnas Prancis membuktikan diri sebagai yang terbaik di Piala Dunia 1998. Malam panjang di rumah sendiri itu, disudahi dengan kemenangan sensasional kontra Brasil dengan skor 3-0.

Kemenangan itu terasa paripurna. Selain menjadi tuan rumah, lawan yang dihadapi Prancis juga tak main-main yakni Brasil.

Selecao adalah juara bertahan. Pada turnamen di Amerika Serikat, Dunga dan kolega menghancurkan Italia di babak final via adu penalti.

Sebelum ke partai puncak, Brasil adalah satu-satunya negara yang lolos ke final dengan rekor terbanyak. Sejak Piala Dunia terselenggara pada 1930, Brasil enam kali ke final dengan empat di antaranya berujung gelar juara.

Di satu sisi, Prancis sempat menjadi underdog di rumah sendiri. Terlebih usai melaju ke babak gugur.

Oke di awal perjalanan mereka di babak grup, Prancis tampil mengesankan dengan selalu memenangi 3 laga dengan kemenangan. Rekor gol yang mereka catatkan juga ciamik yakni 9 gol dan 1 kebobolan atau tertinggi di turnamen Piala Dunia 1998 di edisi ke-16 tersebut.

Namun setelahnya, Prancis seperti kesulitan dalam mencatatkan kemenangan. Berkaca di babak 16 besar saja, Les Bleus hanya menang 1-0 kontra Paraguay.

Sialnya, di laga tersebut, Prancis kudu bermain hingga perpanjangan waktu. Beruntung, Laurent Blanc hadir sebagai penyelamat via gol yang dicetaknya di menit ke-113.


Jalan Berliku Prancis

Fabien Barthez - Penjaga gawang ini pernah menyabet juara Liga Champion ketika bersama Marseille tahun 1992. Selain itu, ketika bersama Timnas Prancis, ia mampu menjuarai Piala Dunia 1998, lalu pada tahun 2002 bersama Setan Merah ia mampu memboyong piala Liga Inggris. (Foto: AFP/Patrick Hertzog)

Perjalanan Prancis setelahnya juga tak kalah suram. Bentrok dengan Italia, mereka kewalahan menahan gempuran Gli Azzurri dan bertahan hingga babak adu penalti dengan skor 0-0.

Kemenangan pada akhirnya berpihak pada Prancis. Di babak tos-tosan, dua penendang Italia yakni Demetrio Albertini dan Luigi Di Biagio gagal menuntaskan tugasnya.

Di satu sisi, Bixente Lizarazu juga gagal. Tapi, Laurent Blanc yang jadi eksekutor penentu sukses menyudahi laga dengan kemenangan 4-3.

Setelah menuntaskan perlawanan Paraguay dan Italia, Prancis harus menghadapi Kroasia. Laga ini juga terbilang berat karena lawan mereka juga tampil mengesankan.

Di babak grup, Kroasia menuntaskan 2 kemenangan dan 1 kali kalah. Oke mereka berada di pos runner-up di bawah Argentina, tapi capaian mereka setelahnya bisa dibilang luar biasa.

Lanjut Baca:

Di babak 16 besar, mereka menang tipis 1-0 kontra Rumania. Di babak 8 besar, Kroasia meluluhlantakan Jerman dengan skor 3-0. Berbekal kemenangan sensasional Kroasia, wajar kiranya Prancis harap-harap cemas. Tapi, sekali lagi, dewi fortuna agaknya memang berpihak kepada mereka karena skor akhir rampung dengan kemenangan 2-1 sekaligus mengantarkan mereka ke final. * BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya