BRI Liga 1 2022/2023 Masih Panjang, PSSI Minta Suporter Lebih Hati-Hati

PSSI menyayangkan adanya gesekan antara pendukung Persis Solo dan PSIM Yogyakarta di awal perhelatan BRI Liga 1 2022/2023 pekan lalu. Sekjen PSSI Yunus Nusi berharap suporter dapat menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan di masa mendatang.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 31 Juli 2022, 05:00 WIB
Ribuan suporter Persis Solo saat memadati tribune timur Stadion Maguwoharjo. (Bola.com/Vincentius Atmaja)   

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengimbau suporter untuk bersikap lebih hati-hati di tengah pelaksanaan kompetisi sepak bola kasta tertinggi Tanah Air, BRI Liga 1 2022/2023.

Hal itu menyusul adanya gesekan antar suporter di awal pekan ini. Seperti diketahui, sempat terjadi benturan antara pendukung Persis Solo dengan warga yang diduga merupakan kelompok suporter PSIM Yogyakarta.

Peristiwa itu berlangsung ketika Persis Solo hendak menghadapi laga pekan perdana BRI Liga 1 kontra Dewa United, yang dihelat di Stadion dr. H. Moch. Soebroto, Magelang, Jawa Tengah, Senin (25/7/2022).

Menurut laporan, massa dari kedua kubu tiba-tiba terlibat benturan di jalanan. Bentrokan itu terjadi di beberapa titik, salah satunya di daerah Mrican yang sudah masuk dalam wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Beruntung aksi tersebut segera dinetralisir oleh pihak keamanan. Dalam waktu singkat, aparat mampu membuat kondisi kembali normal dan kondusif. Mereka juga sempat melakukan penyisiran dan penjagaan di sejumlah lokasi.

Menanggapi kejadian ini, Yunus Nusi berharap suporter dapat menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan di masa mendatang. Pasalnya, bentrokan antar penggemar dinilai bisa merugikan perkembangan dan iklim kompetisi sepak bola Tanah Air.

“PSSI sangat prihatin dan menyesalkan kejadian-kejadian seperti ini (bentrokan suporter), dan tentu kami berharap kawan-kawan suporter sadar diri bahwa siapa pun mereka, (kalau) melakukan hal-hal seperti ini sangat tidak baik bagi perjalanan sepak bola kita ke depan.”

“Apabila kebiasaan ini terus terulang, maka khawatir bisa jadi nanti dari pihak kepolisian akan menyetop kompetisinya, atau melarang klubnya main di home-nya. Bisa juga (mereka) melarang suporter untuk datang menonton klub kesayangan,” ujarnya kepada Liputan6.com pada Jumat (29/7/2022).


Respons Wali Kota Solo

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka meminta maaf kepada masyarakat Yogyakarta atas terjadinya gesekan dengan suoprter Persis Solo pada Senin kemarin.(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, turut kecewa atas ulah suporter Persis. Seperti diberitakan Liputan6.com sebelumnya, putra Presiden Jokowi itu sudah mewanti-wanti kelompok pendukung yang akan berangkat ke Magelang untuk tidak melewati Yogyakarta.

Sayangnya, imbauan tersebut nampaknya tak digubris oleh para suporter. Ia pun memohon maaf kepada warga setempat atas ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh gesekan itu.

Lanjut Baca:

”Yang jelas saya mohon maaf sebesar-besarnya untuk warga Yogya yang mungkin kemarin merasa tidak nyaman atas kejadian itu. Saya bertanggung jawab penuh apabila ada kerusakan-kerusakan atau hal-hal yang lain,” ujar Gibran beberapa waktu lalu, dilansir dari Liputan6.com. Gibran mengaku telah mengantongi nama-nama provokator dan suporter yang ikut dalam aksi kericuhan di Yogyakarta. Ia meminta manajemen Persis Solo agar lebih selektif saat menjual tiket pertandingan, serta mengancam suporter yang terlibat untuk tidak diberikan tiket. “Ini kan wis konangan kabeh (sudah diketahui semua) siapa saja pelakunya, dari kelompok mana pelakunya. Nanti mungkin ke depan di-blacklist kepada orang-orang itu. Biar ke manajemen saja, ya,” pungkasnya. * BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya