Milad ke-47 MUI, Ma’ruf Amin Minta Aktifkan Kembali Forum Ukhuwah Islamiyah

Ma’ruf Amin menyatakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) berperan penting sebagai Shodiqul Hukumah (mitra pemerintah), Khidmatul Ummah (pelayan umat) dan Himayatul Ummah (pelindung umat).

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 27 Juli 2022, 08:00 WIB
Wapres Ma'ruf Amin pada Hari Idul Adha 1443 H (Tangkapan Layar Youtube Wapres RI)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) berperan penting sebagai Shodiqul Hukumah (mitra pemerintah), Khidmatul Ummah (pelayan umat) dan Himayatul Ummah (pelindung umat).

Oleh karena itu, dia menilai MUI harus dapat menyatukan umat Islam untuk memajukan Indonesia, salah satunya dengan pengaktifan kembali Forum Ukhuwah Islamiyah atau forum himpunan seluruh Da’i.

"Saya minta supaya ada Pusat Dakwah Islam yang dilakukan oleh MUI yang menghimpun seluruh Da’i dari ormas-ormas maupun juga dari lembaga-lembaga menjadi satu kegiatan dakwah yang terkoordinasi dan terintegrasi supaya arahnya sama," kata Ma’ruf pada acada Milad MUI, Selasa, (26/07/2022) malam.

Dia menyebut, diperlukan penyamaan gerakan koordinasi antar ormas Islam yang dilakukan oleh suatu lembaga, yaitu pemimpin lembaga seperti MUI.

"Gerakan yang terkoordinasi sehingga semuanya berjalan bersama di bawah tenda besar yaitu pimpinan MUI. MUI adalah menjadi Imamah Institusionaliyah, nah ini. Pemimpin secara kelembagaan," jelas Ma'ruf.

Dalam acara yang bertemakan "Merajut Kesatuan dan Kekuatan Umat Dalam Kebhinekaan" tersebut, dia menekankan selalu memegang teguh prinsip-prinsip MUI, agar tercipta pemahaman yang sama sehingga umat Islam di Indonesia selalu bersatu.

"Kita tidak boleh ada ego kelompok. Fanatisme kelompok kesampingkan, itu baru kita bisa membangun ukhuwah dan kesatuan umat Islam dalam bingkai kesatuan NKRI," kata Ma'ruf.

 

Jaga Persatuan

Ma’ruf berharap partisipasi dan kemitraan MUI itu akan terus diberikan tidak hanya ketika pandemi, namun dalam rangka menjaga persatuan umat pada kondisi akan datang yang tidak terduga, salah satunya dalam momentum pemilihan umum presiden 2024.

"Ketika kita menghadapi krisis seperti krisis-krisis pangan yang mungkin datang, yang madzmumah, kemudian almadhar almadzmumah bahaya yang tak diduga-duga, dan juga dalam rangka kita menjaga keutuhan umat, keutuhan bangsa dalam rangka menjaga pemilu pilpres yang akan datang," jelas dia.

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Masuk Tahun Politik

Sementara itu, Ketua MUI Pusat selaku Ketua Panitia Milad ke-47 MUI, Muhammad Cholil Nafis menyampaikan bahwa saat ini kondisi di Indonesia akan memasuki tahapan politik, sehingga penting untuk membangun kesatuan dan kekuatan untuk membangun Indonesia yang sejahtera di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, dalam kesempatan milad kali ini, MUI telah menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menyusun persepsi yang sama tentang dakwah di Indonesia.

"Mudah-mudahan acara ini adalah menjadi titik awal pasca pandemi dan kita bisa membangun persatuan dan mari kita merawat di masa yang akan datang. Karena kalau ternyata proses politik, proses transisi nanti tidak dilakukan dengan baik itu akan menjadi malapetaka, itu akan mundur pada 50 tahun ke belakang, tapi kalau kita bisa melakukannya disitulah umat Islam membangun peradaban di Indonesia," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya