Ini Gadis Islandia Pertama yang Boleh Pakai Nama Maskulin

Warga negara kepulauan di Eropa itu dilarang untuk memakai nama yang tidak sesuai dengan ejaan atau huruf alfabet Islandia.

oleh Rizki GunawanDiterbitkan 01 Februari 2013, 15:28 WIB

Nama adalah pemberian orang tua yang hakiki. Semua orang bebas dan berhak memakai namanya sejak lahir untuk bersosialisasi, menempuh pendidikan, ataupun bekerja. Namun kebebasan tersebut tidak akan didapatkan warga Islandia. Sebab warga negara kepulauan di Eropa itu dilarang untuk memakai nama yang tidak sesuai dengan ejaan atau huruf alfabet Islandia.

Kendati demikian, masih ada warga yang 'membandel' menggunakan nama sesuka hatinya. Adalah Blaer Bjarkardottir. Gadis 15 tahun ini harus berurusan dengan Pengadilan Islandia lantaran nama depannya 'Blaer' yang tidak sesuai dengan kaidah ejaan dan alfabet.

Pemerintah Islandia menyatakan nama 'Blaer' yang bermakna 'angin sepoi-sepoi' itu tidak pantas dipakai seorang wanita. 'Blaer' dinilai tidak menyiratkan sifat feminin perempuan. Atas alasan itulah, Blaer Bjarkardottir diminta pemerintah untuk menghilangkan nama depan atau menggantinya dengan nama lain.

Tidak terima atas permintaan pemerintah, Blaer dan ibunya, Bjork Eidsdottir memperjuangkannya ke pengadilan. Nasib baik berpihak kepada mereka. Pengadilan memutuskan Blaer Bjarkardottir untuk tetap memakai namanya.

Blaer pun merasa senang karena sekarang namanya sudah diterima di negerinya sendiri, meskipun pemerintah dari kubu oposisi masih menolaknya.

"Aku sangat senang. Sekarang tinggal mengurus identitas baru," kata Blaer yang menjadi gadis pertama yang menggunakan nama maskulin di Islandia, seperti dilansir Huffington Post, Jumat (1/2/2013).

Sama dengan negara lain, seperti Jerman dan Denmark, Islandia memiliki aturan resmi tentang nama-nama yang akan diberikan kepada bayi yang baru lahir: nama harus mengikuti ejaan dan alfabet yang ada. Contoh nama Carolina dan Christa tidak akan diterima di Islandia, karena dalam alfabet negara tersebut tidak ada huruf 'C'. (Riz)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya