Liputan6.com, Jakarta Sepak bola Thailand dilanda masalah internal yang menggemparkan. Federasi Sepakbola Thailand [FAT] saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus pelecehan seks yang terjadi di skuad Timnas Thailand U-23.
Nualphan Lamsam atau lebih dikenal dengan Madam Pang terseret dalam kasus tersebut karena dilakukan oleh asistennya kepada pemain Timnas U-23 Thailand.
Advertisement
Peristiwa memalukan tersebut diduga terjadi pada 13 Juni lalu saat para pemain Timnas Thailand U-23 mengadakan pesta setelah meraih kemenangan di berbagai turnamen yang mereka ikuti.
Kasus tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi isu panas publik Kuil Emas, bahkan presiden Federasi Sepak Bola Thailand (FAT), Somyot Poompanmoung harus turun tangan.
Dilansir thethao247, pada 6 Juli, Somyot Poompanmoung, secara resmi membuka penyelidikan atas insiden yang melibatkan asisten Madam Pang.
Somyot Poompanmoung lantas membentuk komite investigasi dengan arahan dari Letnan Jenderal Amnuay Nimmano dan ketua komite investigasi etika sepak bola negara tersebut.
Karena citra sepakbola Thailand sudah terlalu tercoreng, hasil investigasi nantinya akan disampaikan kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Sebelumnya, Madam Pang secara terbuka telah meminta maaf kepada publik dan berjanji tidak akan membiarkan kejadian tersebut terulang kembali.
"Saya minta maaf karena membuat banyak orang tidak nyaman selama beberapa hari ini. Saya hanya mencoba menciptakan suasana yang menyenangkan, tanpa bermaksud untuk tidak menghormati atau melecehkan siapa pun secara seksual," ucapnya.
Terancam Dicopot
Namun, berdasarkan keseriusan masalah tersebut, FAT dikabarkan tidak menutup kemungkinan akan memberhentikan Madam Pang.
Baru-baru ini, dalam pernyataannya di Siamsport (14/7/2022), Madam Pang mengaku juga ikut dalam penyelidikan.
Miliarder wanita Thailand itu berjanji akan memberikan hukuman yang setimpal ketika dia mengetahui kebenaran masalah tersebut.
Selain itu, Madam Pang juga berkomitmen untuk selalu bersedia bekerja sama dan menghargai hasil akhir.
Akhirnya, pemimpin perempuan kelahiran 1996 ini akan menganggap ini sebagai pelajaran mahal yang bisa dipetik dari pengalamannya sendiri.
"Sebagai pimpinan tim nasional Thai, saya siap bekerja sama dengan Federasi Sepakbola Thai dalam menyelidiki insiden baru-baru ini dan menunggu hasil akhirnya," katanya.