Petani Achille Crespiatico melihat kerusakan pada ladang jagungnya akibat kekeringan parah di Spino d'Adda, Italia, 11 Juli 2022. Italia dilanda kekeringan terburuk dalam 70 tahun. (Piero CRUCIATTI/AFP)
Pemandangan dari udara menunjukkan petani Achille Crespiatico melihat kerusakan pada ladang jagungnya akibat kekeringan parah di Spino d'Adda, Italia, 11 Juli 2022. Crespiatico mengklaim bahwa 70 persen dari ladang jagungnya dan 100 persen dari padang rumputnya yang stabil telah hancur. (Piero CRUCIATTI/AFP)
Petani Achille Crespiatico melihat kerusakan pada padang rumputnya akibat kekeringan parah di Spino d'Adda, Italia, 11 Juli 2022. Italia dilanda kekeringan terburuk dalam 70 tahun. (Piero CRUCIATTI/AFP)
Petani Achille Crespiatico memberi isyarat di sebelah saluran air kering dekat ladang jagungnya di Spino d'Adda, Italia, 11 Juli 2022. Crespiatico mengklaim bahwa 70 persen dari ladang jagungnya dan 100 persen dari padang rumputnya yang stabil telah hancur. (Piero CRUCIATTI/AFP)
Petani Achille Crespiatico melihat kerusakan pada padang rumputnya akibat kekeringan parah di Spino d'Adda, Italia, 11 Juli 2022. Italia dilanda kekeringan terburuk dalam 70 tahun. (Piero CRUCIATTI/AFP)
Petani Achille Crespiatico menunjukkan tongkol jagung kering akibat kekeringan parah di Spino d'Adda, Italia, 11 Juli 2022. Crespiatico mengklaim bahwa 70 persen dari ladang jagungnya dan 100 persen dari padang rumputnya yang stabil telah hancur. (Piero CRUCIATTI/AFP)
Petani Achille Crespiatico menilai kerusakan ladang jagung akibat kekeringan parah di Spino d'Adda, Italia, 11 Juli 2022. Italia dilanda kekeringan terburuk dalam 70 tahun. (Piero CRUCIATTI/AFP)
Marta Biondi dari Coldiretti dan petani Achille Crespiatico melihat kerusakan ladang jagung akibat kekeringan parah di Spino d'Adda, Italia, 11 Juli 2022. Crespiatico mengklaim bahwa 70 persen dari ladang jagungnya dan 100 persen dari padang rumputnya yang stabil telah hancur. (Piero CRUCIATTI/AFP)