KTT XIII GNB Tingkat Kepala Negara Dimulai

KTT GNB XIII tingkat kepala negara dibuka PM Malaysia Mahathir Mohammad. Presiden Megawati direncanakan berpidato di urutan ke-19.

oleh Liputan6Diterbitkan 24 Februari 2003, 18:05 WIB
Liputan6.com, Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad membuka Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok (GNB) tingkat kepala negara di Kuala Lumpur, Senin (24/2). Sebelumnya, mantan Ketua GNB yang juga Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki mempresentasikan laporan KTT GNB XII di Durban, Afrika, lima tahun silam. Baru setelah itu jabatan Ketua GNB diserahkan kepada Mahathir.

Dalam pidatonya, Mbeki meminta Irak bekerja sama dengan Tim Inspeksi Senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa berkaitan dengan tudingan menyimpan senjata pemusnah massal. Sementara Mahathir menyoroti dominasi negara-negara maju terhadap negara berkembang.

KTT kali ini dipastikan akan menghasilkan Deklarasi Kuala Lumpur tentang sikap negara-negara GNB terhadap kondisi dunia. Terutama mengenai rencana serangan Amerika Serikat ke Irak, terorisme, dan kepemilikan senjata pemusnah massal Korea Utara [baca: Anggota Nonblok Menolak Perang Irak]. Sejumlah pimpinan negara anggota GNB akan berbicara di forum ini. Mereka adalah Presiden Kuba Fidel Castro, PM India Atal Behari Vajpayee, dan Presiden Pakistan Musharraf. Pemerintah AS juga dipastikan mengirimkan wakilnya untuk memantau gerakan 116 negara anggota GNB.

Sementara Presiden Megawati Sukarnoputri dijadwalkan hadir dalam KTT GNB XIII tingkat kepala negara, Selasa besok. Namun, menurut juru bicara Departemen Luar Negeri Marty Natalegawa, jadwal itu dapat saja berubah. Megawati mungkin menghadiri KTT sore ini. Rencananya, GNB ini berakhir besok. Setelah itu digelar pertemuan informal negara-negara Organisasi Konferensi Islam.

Dalam forum bisnis sebelumnya, Mahathir mengecam keras sikap Barat terhadap Irak. Ia menilai rencana serangan AS adalah bentuk kesewenang-wenangan Barat terhadap Islam, Arab, dan orang berjenggot. Selain mengecam rencana serangan AS, Mahathir juga pernah mengecam Korea Utara yang memiliki senjata pemusnah massal. Namun, kecaman itu terhadap Korut lebih ringan ketimbang ke AS.

Siang ini, menurut rencana, seluruh kepala negara peserta KTT GNB akan diberi kesempatan berpidato. Megawati akan mendapat kesempatan di urutan ke-19. Diperkirakan, Mega akan menjelaskan posisi Indonesia terhadap sejumlah masalah yang dibicarakan dalam KTT, termasuk perlucutan senjata di Irak dan Korea Utara.

Pemerintah Indonesia kemungkinan juga akan menolak tegas penggunaan kekuatan unilateral dalam penyelesaian Irak dan Korut. Namun, di sisi lain, RI meminta Irak dan Korut mematuhi mekanisme perlucutan senjata yang disesuaikan prinsip-prinsip dasar dari KTT GNB.

Sejauh ini, menyangkut konflik AS-Irak, negara-negara peserta sudah menyepakati isi pernyataan yang akan menjadi deklarasi akhir KTT GNB. Namun demikian, mereka belum sepaham menyoal kalimat yang akan digunakan dalam Deklarasi Kuala Lumpur. Negara-negara GNB juga yakin suara mereka akan didengar dunia mengingat jumlah anggota GNB yang 2/3 dari anggota PBB.(SID/ZAQ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya