Liputan6.com, Jakarta - Setelah Eve, Why Her? dan Anna. Ada satu lagi drama Korea yang berpusat pada karakter wanita, Extraordinary Attorney Woo. Serial yang dibintangi Park Eun Bin ini menjadi drama paling banyak dibicarakan pada pekan terakhir Juni 2022, atau di minggu pertama penayangannya.
Tak hanya dramanya, nama Park Eun Bin pun melesat ke peringkat satu sebagai aktor paling banyak dibicarakan selama sepekan terakhir berdasarkan GoodData. Ia menyalip Seo Yeji, Seo Hyun Jin dan Jung So Min.
Advertisement
Drakor Extraordinary Attorney Woo memiliki total 16 episode yang ditulis oleh Moon Ji Won dan diarahkan oleh sutradara Yu In Sik (Dr. Romantic Season 1-2 dan Vagabond).
Penasaran seseru apa ceritanya? Berikut sinopsis dan review Extraordinary Attorney Woo.
* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Gangguan Spektrum Autisme
Ayah Woo Young Woo khawatir melihat anaknya tak dapat berbicara di usianya yang sudah 5 tahun. Memanggil ayah dan ibu saja tidak pernah. Dokter pun mendiagnosisnya dengan gangguan spektrum autisme.
Satu ketika, Woo Young Woo kecil melihat ayahnya diserang oleh tetangganya dengan alasan tak mendasar. Dia membela sang ayah dengan menuturkan isi pasal tindak penganiayaan. Ancaman hukuman dia jabarkan dengan jelas, tanpa jeda.
Itulah kali pertama Woo Young Woo berbicara. Dan saat itu juga, ayahnya menyadari bahwa sang putri telah hapal baris demi baris kitab hukum pidana yang tertata rapi di rumahnya. Woo Young Woo adalah anak yang jenius.
Waktu pun berlalu, memiliki IQ 164, Woo Young Woo lulus dari kampus bergengsi Seoul National University dan mendapat nilai tertinggi di ujian pengacara. Meski unggul secara akademis, dia memiliki gangguan berinteraksi sosial. Satu hal yang mampu menenangkannya saat dilanda kecemasan adalah suara paus, mamalia kesayangannya.
Young Woo Si Pengacara Jenius
Hari pertama Woo Young Woo sebagai pengacara tiba. Dia diterima di firma hukum besar.