Liputan6.com, Surabaya: Setelah aksi pematokan tanah untuk makam tidak mendapat tanggapan, ratusan warga Perumahan Lembah Harapan nekat menduduki Hotel Equator, Surabaya, Jawa Timur, Senin (11/12). Mereka menuntut pemilik hotel, Jabah Sukarno memenuhi janjinya menyediakan tanah makam untuk warga.
Aksi ratusan warga tersebut diikuti juga oleh anak-anak sebagai penggembira. Massa berduyun-duyun menyatroni hotel itu. Jabah Sukarno lantas kabur melihat rombongan demonstran. Tak ayal, suasana tak bersahabat yang diperlihatkan pemilik PT Lembah Kasih Kurnia itu membuat warga marah. Pelampiasan warga terlihat dari aneka spanduk dan poster yang isinya mengecam Jabah Sukarno. Bahkan, aksi tersebut juga ditandai dengan peletakan keranda mayat di pintu masuk hotel. Sementara bagi anak-anak, aksi tersebut dimanfaatkan untuk mandi di kolam renang hotel.
Aksi baru berhenti setelah polisi meminta warga tidak memasuki kawasan utama hotel. Namun, para pendemo menuntut agar polisi dapat menghadirkan Jabah Sukarno. Hal tersebut mereka ungkapkan sembari berorasi di luar hotel. Mereka menuntut Jabah Sukarno menyediakan tanah makam yang dijanjikan secara tertulis. Tetapi, polisi tak juga bisa menghadirkan Jabah Sukarno. Warga akhirnya bubar dan bertekad menggelar aksi serupa pekan depan di tempat yang sama.(YYT/Hasan Sentot dan Joko Sulistiobudi)
Aksi ratusan warga tersebut diikuti juga oleh anak-anak sebagai penggembira. Massa berduyun-duyun menyatroni hotel itu. Jabah Sukarno lantas kabur melihat rombongan demonstran. Tak ayal, suasana tak bersahabat yang diperlihatkan pemilik PT Lembah Kasih Kurnia itu membuat warga marah. Pelampiasan warga terlihat dari aneka spanduk dan poster yang isinya mengecam Jabah Sukarno. Bahkan, aksi tersebut juga ditandai dengan peletakan keranda mayat di pintu masuk hotel. Sementara bagi anak-anak, aksi tersebut dimanfaatkan untuk mandi di kolam renang hotel.
Aksi baru berhenti setelah polisi meminta warga tidak memasuki kawasan utama hotel. Namun, para pendemo menuntut agar polisi dapat menghadirkan Jabah Sukarno. Hal tersebut mereka ungkapkan sembari berorasi di luar hotel. Mereka menuntut Jabah Sukarno menyediakan tanah makam yang dijanjikan secara tertulis. Tetapi, polisi tak juga bisa menghadirkan Jabah Sukarno. Warga akhirnya bubar dan bertekad menggelar aksi serupa pekan depan di tempat yang sama.(YYT/Hasan Sentot dan Joko Sulistiobudi)