Menag Kenang Masa Muda Bersama Tjahjo Kumolo saat Menjadi Aktivis Mahasiswa

Yaqut mengaku cukup intensif berkomunikasi dengan Tjahjo Kumolo selama masih menjabat sebagai menteri di Kabinet Jokowi, utamanya dalam konteks pelaksanaan reformasi birokrasi.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 01 Juli 2022, 14:40 WIB
Jenazah almarhum Menpan RB Tjahjo Kumolo dinaikkan ke mobil ambulans untuk dibawa menuju Rumah Dinas Widya Candra dari Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta, Jumat (1/7/2022). Tjahjo Kumolo meninggal dunia di RS Abdi Waluyo karena sakit infeksi paru-paru yang diderita. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta -

 

Infeksi Paru

Mendagri pada Kabinet Kerja Jilid I Tjahjo Kumolo tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019). Kedatangan Tjahjo Kumo menyusul sejumlah tokoh yang sebelumnya datang ke Istana terkait penetapan Calon Menteri Kabinet Kerja Jilid 2. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Tjahjo Kumolo sempat enjalani perawatan intensif sejak beberapa hari yang lalu. Hal ini diungkapkan oleh putri Tjahjo Kumolo, Rahajeng Widyaswari, di RS Abdi Waluyo, Minggu (26/6/2022).

Rahajeng Widyasari mengatakan ayahnya mengalami infeksi yang menyebar sampai ke paru-paru. "Ada infeksi yang menyebar sampai ke paru-parunya," ujar Rahajeng.

Ajeng menjelaskan nantinya jenazah Tjahjo Kumolo akan dibawa ke rumah dinas Menteri PANRB di Jl. Widya Chandra IV Nomor 22, Jakarta Selatan untuk dimandikan untuk selanjutnya disemayamkan di rumah pribadinya di Kalibata.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya