Tragis, Tuan Rumah Piala Dunia 2022 Qatar Dipecundangi Klub Irlandia Utara

Jelang Piala Dunia 2022, Timnas Qatar menjalani pertandingan kontra Linfield F.C, sebuah tim dari Liga Irlandia Utara Hasilnya, Qatar mengalami kekalahan 0-1.

oleh Muhammad YantoDiterbitkan 22 Juni 2022, 20:28 WIB
Gelandang Qatar, Ahmed Fathy, mengibarkan bendera usai mengalahkan Jepang pada laga final Piala Asia 2019 di Stadion Zayed Sports City, Abu Dhabi, Jumat (1/2). Qatar menang 3-1 atas Jepang. (AFP/Karim Sahib)

Liputan6.com, Jakarta - Qatar terus bersiap menjelang Piala Dunia 2022. Ajang tersebut berlangsung pada 21 November hingga 18 Desember.

Selain bersiap dari segi fasilitas, Qatar juga terus menggodok kesiapan tim untuk tampil di Piala Dunia. Salah satunya adalah menggelar pertandingan uji coba.

Terbaru, Timnas Qatar menjalani pertandingan kontra klub Liga Irlandia Utara, Linfield FC. Pertandingan berlangsung di Marbella, Spanyol, Selasa (21/6/2022) malam waktu setempat.

Timnas Qatar mendapatkan hasil kurang memuaskan, mereka harus takluk 0-1 dari Linfield. Chris McKee, striker yang baru saja direkrut Linfield dari klub Skotlandia Rangers, mencetak gol kemenangan pada menit ke-19.

Menurut laporan Middleeasteye, ini menjadi kekalahan pertama Qatar di laga internasional dalam sembilan pertandingan terakhir. "Gol Chris McKees sudah cukup untuk meraih kemenangan di pertandingan pra musim pertama kami," bunyi pernyataan Linfield dalam Twitter klub.

Qatar merupakan negara pertama di era modern yang menjadi tuan rumah tanpa pernah lolos ke Piala Dunia melalui kualifikasi.  Saat ini mereka menduduki peringkat 51 FIFA dan berstatus sebagai juara Asia.

Qatar menjadi pemenang di Piala Asia 2019 yang berlangsung di Uni Emirat Arab. Qatar memenangkan semua pertandingan sejak babak penyisihan hingga mengalahkan Jepang di final.

Berkembangnya sepak bola Qatar tak lepas dari investasi negara kaya ini lewat Akademi Aspire di Doha, dengan ambisi mengembangkan bakat kelas atas.

Selain itu, Qatar juga menajalankan program naturalisasi. Bahkan, sepuluh anggota skuat untuk Piala Arab 2021 lahir di luar negeri.


Masuk Grup A

Farshad Noor (kiri) saat bermain untuk Timnas Afghanistan pada kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup E melawan Qatar di Stadion Jassim bni Hamad Stadium, 5 September 2019. (AFP)

Timnas Qatar merupakan tim pertama yang lolos ke Piala Dunia 2022 setelah berstatus sebagai tuan rumah. Qatar masuk ke dalam Grup A yang tergolong lebih ringan ketimbang grup-grup lainnya.

Qatar akan bersaing dengan Ekuador, Senegal, dan Belanda untuk memperebutkan tiket ke babak 16 besar. Di atas kertas hanya Belanda yang diprediksi bakal menjadi tim yang sulit ditaklukkan Qatar.

 


Aturan Ketat Qatar

Batu karang 'Raouche' yang terkenal diproyeksikan dengan logo resmi Piala Dunia FIFA Qatar 2022 di Beirut, Lebanon pada Selasa (3/9/2019). Lambang itu juga diluncurkan secara serentak di 24 kota besar lainnya di seluruh dunia. (AP Photo/Hussein Malla)

Pemerintah Qatar telah menerapkan sejumlah aturan selama Piala Dunia 2022 berlangsung. Qatar, sebagai negara yang menganut norma ketimuran dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam melarang keras seks bebas.

Lanjut Baca:

Tak tanggung-tanggung, apabila ada yang melanggaranya akan mendapatkan sanksi paling berat yakni penjara selama tujuh tahun. "Kecuali Anda datang ke sini sebagai suami-istri, itu tidak masalah. Tapi kalau mau seks bebas, jangan di sini karena Anda bisa mendekam di penjara," kata salah seorang polisi di Qatar. Sementara itu, Kepala Eksekutif Piala Dunia 2022, Nasser al-Khater menegaskan, Qatar terbuka kepada semua fans dari berbagai belahan dunia. Namun, Qatar juga memina para tamu harus menghormati norma-norma yang sudah berlaku di negara mereka. "Semua orang diterima di Qatar dan mereka akan merasa aman. Qatar adalah negara yang toleran dan ramah. Mungkin Qatar ada sedikit berbeda dari negara lain, maka kami berharap para fans untuk menghormati aturan yang ada," kata Nasser. “Keselamatan dan kenyamanan setiap penggemar adalah yang paling penting bagi kami. Tapi, bermesraan di depan umum dilarang, itu bukan bagian dari budaya kami, dan itu berlaku untuk semua orang," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya