Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan dunia digital melaju sangat pesat. Semua hal bisa dilakukan dengan mudah apalagi saat ini cover lagu di YouTube banyak sekali ditemukan. Fenomena inilah yang antara lain disampaikan para seniman kepada Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dalam perbincangan yang diangkat di akun YouTube Dr Moeldoko.
"Kalau dari seniman-seniman, karena sekarang youtube dan platform digital sangat membantu jadi kita sering diskusi bareng bagaimana menyampaikan karya-karya kita untuk bisa mendapatkan royalti di luar panggung dan di luar kegiatan event," ujar Ndarboy, musisi pop dangdut yang sedang naik di kanal Youtube Dr Moeldoko seperti dilihat Selasa (21/6/2022).
Advertisement
"Mungkin yang lebih menyedihkan lagi adalah para kru dan vendor temen-temen pekerja event yang mungkin lebih berdampak, karena tidak bergerak dan tidak mendapatkan royalti. Kalau dari seniman ke penyanyi khususnya pencipta malah menguntungkan karena orang lebih banyak kangen nggak nonton konser jadi nonton streaming. Jadi viewer-nya lebih naik," ujar Ndarboy.
Sementara itu, Alit Jabang Bayi - MC asal Jogja menyampaikan bahwa pekerja event apalagi saat off air tidak ada panggung atau pertunjukan akhirnya beralih menjadi entrepreneur, jualan apapun. Jadi keadaan ini bisa membuat mereka berpikir untuk improve bagaimana caranya bisa bertahan.
"Makanya banyak teman-teman yang akhirnya membuka usaha dadakan," ujarnya.
"Menurut saya ketika harus seperti ini selain harus pintar-pintar mencari peluang. Kegiatan seniman yang bisa dikolaborasikan dengan sektor pertanian biasanya dijadikan desa wisata yang tidak dibuat-buat dengan cara desa itu sendiri sehingga bisa dinikmati," tambahnya.
Hukum
Para YouTuber yang menekuni aksi cover lagu perlu mengetahui bagaimana cara menggunakan lagu orang di YouTube sesuai ketentuan hukum, termasuk cara izin cover lagu di YouTube yang berhubungan dengan hak Cipta dan ada aturannya dan dapat berdampak pada hasil monetisasi.
Dengan perkembangan teknologi, berbagai aspek lebur dalam satu situasi dan 'musuh' utama adalah kekurangan paham atas apa yang terjadi di dunia seni musik atas perkembangan teknologi.