Mereka yang Terbius Kegaduhan Istora Senayan: Tekanan Menyenangkan dari Publik Tuan Rumah

Tak dapat dipungkiri, Istora Senayan selalu membawa kebahagiaan dan kenangan tersendiri bagi para pebulu tangkis yang berlaga disana. Simak tiga pebulu tangkis yang senang tampil di ajang Indonesia Masters dan Open 2022.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 21 Juni 2022, 18:30 WIB
Pebulu tangkis ganda putri Jepang Nami Matsuyama/Chiharu Shida usai melawan pebulu tangkis ganda putri Jepang Yuki Fukusima/Sayaka Hirota pada pertandingan final East Ventures Indonesia Open 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/6/2022). Nami Matsuyama/Chiharu Shida menjuarai East Ventures Indonesia Open 2022 usai mengalahkan Yuki Fukusima/Sayaka Hirota dengan skor 18-21, 21-14, dan 21-17. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Istora Senayan, Jakarta selalu membawa kenangan dan kebahagiaan tersendiri bagi para pemain bulu tangkis yang tampil di sana. Bukan hanya atlet Tanah Air saja, tapi juga bagi pemain dari luar negeri. 

 

Nami Matsuyama/Chiharu Shida salah satunya. Ganda putri asal Jepang yang baru saja menyelesaikan pertandingan di Indonesia Open 2022 itu mengungkap alasan bahwa mereka senang bermain di Istora.

Keduanya merasa senang tampil di sana lantaran banyak pendukung yang meneriakkan nama mereka. 

"Kami berterima kasih untuk semua dukungan yang diberikan kepada kami, kami sangat senang bermain di sini,” kata Shida dilansir dari PB Djarum. 

Nami/Chiharu mengaku takjub dengan suara gemuruh penonton Indonesia. Tahun lalu, keduanya sempat bermain di Indonesia Open 2022 yang dilangsungkan di Bali tanpa penonton karena pandemi Covid-19. 

"Baru kali ini kami mendengar nama kami dipanggil oleh penonton sebanyak ini selama pertandingan, jadi kami senang sekali bisa bermain di Istora,” sambung Matsuyama. 

Matsuyama/Chiharu merupakan juara Indonesia Open 2022 nomor ganda putri. Di babak final mereka berhasil mengalahkan rekan senegaranya, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota lewat partai melelahkan, 3 gim 18-21, 21-14, dan 21-17. Berkat kemenangan ini juga, ganda putri berhasil mencetak rekor. 

Mereka menjadi ganda putri pertama yang menjuarai tiga turnamen level super 1000 tiga kali beruntun, mulai dari Indonesia Open 2021, All England 2022, Indonesia Open 2022. 

Di Indonesia Open 2021, pasangan Jepang ini berhasil mengalahkan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 asal Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dengan 2 gim langsung 21-19 dan 21-19.

Sementara itu, di All England 2022 yang dilangsungkan di Birmingham, mereka mengalahkan pasangan Tiongkok, Zhang Shu Xian/Zheng Yu dengan 2 gim langsung 21-13 dan 21-9. 


Loh Kean Yew

Loh Kean Yew. Tunggal putra Singapura berusia 24 tahun ini dinyatakan positif COVID-19 dan gagal mengikuti Swiss Open yang sedang berlangsung di Basel Swiss. Meski hanya mengalami gejala ringan, ia harus menjalani karantina di hotelnya di Inggris sejak 18 Maret 2022. (AFP/Jose Jordan)

Pebulu tangkis yang juga suka dan menikmati suara gemuruh dari publik Istora adalah, Loh Kean Yew. Tak dapat dipungkiri, publik Istora sangat menyukai penampilan Loh Kean Yew yang juga disebut Istora Boys.

Melalui video pertanyaan dan jawaban dari akun Hendra Setiawan yang baru diunggah Senin (20/6/2022), Loh Kean Yew mengaku sempat tertekan dengan Istora yang terus meneriakkan namanya.

Lanjut Baca:

“Seharusnya saya tertekan, tapi Istora membuatku enjoy. Ya, mereka dukung jadi oke. Jika mereka dukung lawanku, aku makin tertekan. Atmosfernya bagus di Istora,”tutur Loh Kean Yew. Lebih lanjut, dia juga menceritakan terakhir kali dia ke Indonesia pada 2020. Disaat itu, belum banyak orang yang mengenalnya karena sering gugur di babak 32 besar atau 16 besar. Dia hanya bisa mendengar dari omongan para pebulu tangkis lain lalu kemudian harus pulang ke negara asalnya. “Soalnya terakhir aku kesini 2020, cukup ramai dan bagus. Tapi saya hanya bermain 1 atau 2 babak jadi orang orang belum tau saya. Saya hanya dengar istora sangat bagus tapi kemudian saya harus meninggalkan Istora sebelum perempat final.” Ketika ditanya apakah dia terganggu dengan suara gemuruh khas penonton Indonesia, Ea Ea, Ea. Loh menjawab bahwa sedikit terganggu, namun dia tetap bisa fokus pada jalannya pertandingan. “Jadi aku belum pernah merasakan ini baru pertama kali. Saya kaget, istora sangat menyenangkan. Ada sikit, ea ea ea. Ini saya mau fokus atau mau ea ini. Tapi setelah itu saya fokus jadi oke.”

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya