Liputan6.com, Jakarta - Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York pada Rabu, 8 Juni 2022 merilis aturan baru untuk perusahaan cryptocurrency berlisensi yang ingin atau sudah mengeluarkan stablecoin. Aturan baru itu menyerukan persyaratan cadangan aset dan audit independen bulanan.
Panduan tersebut memengaruhi pemegang BitLicense saat ini. BitLicense adalah lisensi bisnis untuk perusahaan kripto yang beroperasi di negara bagian New York, atau pemegang piagam perwalian tujuan terbatas yang menerbitkan stablecoin yang didukung oleh mata uang fiat.
Advertisement
Agensi mengatakan mereka mengharapkan stablecoin akan sepenuhnya didukung oleh cadangan aset dan dapat ditukarkan oleh investor. Itu juga menetapkan persyaratan untuk cadangan tersebut, termasuk berbagai aset yang harus dimiliki oleh cadangan dan spesifikasi mereka "dipisahkan dari aset kepemilikan entitas penerbit”.
"Kami sekarang membuatnya transparan dan menjelaskan kepada pasar bahwa ini adalah harapan bagi penerbit stablecoin secara keseluruhan," ujar pengawas Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York, Adrienne Harris dikutip dari CNBC, Jumat (10/6/2022).
Penerbit stablecoin juga harus tunduk pada audit bulanan oleh akuntan publik bersertifikat independen. Para regulator di hampir seluruh dunia, telah berfokus pada stablecoin dalam beberapa bulan terakhir karena kurangnya transparansi seputar perdagangan aset virtual ini serta cadangan yang mendukungnya.
Harris mengatakan, panduan stablecoin ini adalah sebuah inisiatif transformasi yang dia luncurkan untuk mengatasi keterlambatan dalam proses regulasi untuk bisnis mata uang virtual yang diawasi oleh agensi.
Harris berkomitmen untuk membuat sistem dan proses agensi berjalan lebih lancar seiring dengan berkembangnya industri kripto. Ini termasuk memutakhirkan teknologi regulator, menggunakan analitik blockchain dan merekrut talenta dengan cepat.
New York sendiri digadang-gadang akan menjadi pusat kripto selanjutnya Miami dan beberapa kota lainnya. Wali Kota New York City, Eric Adams juga telah vokal tentang rencana untuk menjadikan kota itu sebagai pusat kripto.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Volatilitas Bitcoin Stabil Selama Pekan Kedua Juni 2022
Sebelumnya, pergerakan pasar kripto selama pekan kedua Juni 2022 masih labil yang membuat pergerakan harga naik dan turun. Kripto membuka awal pekan ini dengan menghijau, tapi tak lama kemudian anjlok dan mengulangi kenaikan.
Sejauh ini, harga Bitcoin masih berada di kisaran USD 29.000 atau sekitar Rp 422,3 juta hingga USD 30.000 (Rp 436,9 juta). Mayoritas altcoin jajaran teratas masih mengikuti pergerakan Bitcoin.
Mengenai pergerakan pasar pada pekan kedua Juni 2022, Country Manager, Luno Indonesia Jay Jayawijayaningtiyas mengatakan harga bitcoin terpantau kembali turun 6 persen dalam seminggu terakhir dan diperdagangkan di kisaran USD 29,583 (sekitar Rp 427 juta).
“Pola pergerakan ini relevan dengan tingkat volatilitas Bitcoin yang terlihat stabil di angka 4 persen. Di sisi lain, harga ethereum (ETH) terpantau turun 12 persen dan diperdagangkan di kisaran USD 1,764 atau sekitar Rp 25,5 juta,” ujar Jay dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (9/6/2022).
Di sisi lain, Jay menambahkan saat ini Indeks Fear and Greed masih berada di level Extreme Fear (ketakutan ekstrem). Seperti diketahui, indeks kripto ini telah berada pada ketakutan ekstrem selama beberapa pekan terakhir.
“Saat ini Indeks Fear and Greed masih berada di level Extreme Fear. Meskipun investor berupaya mengurangi risiko dengan cara diversifikasi portofolio investasi mereka, Bitcoin masih terus mendominasi pangsa pasar kripto hingga 46,3 persen, angka tertinggi sejak Oktober 2021,” pungkas Jay.
Harga Kripto Jumat Pagi 10 Juni 2022
Sebelumnya, harga bitcoin dan kripto jajaran teratas lainnya melemah pada perdagangan Jumat pagi, 10 Juni 2022. Mayoritas kripto jajaran teratas berada di zona merah.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat pagi, 10 Juni 2022, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, bitcoin (BTC) turun 0,56 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, harga bitcoin susut 1,52 persen. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 30.102,08 atau sekitar Rp 439,95 juta (asumsi kurs Rp 14.615 per dolar Amerika Serikat).
Ethereum juga bergerak di zona merah. Harga ethereum (ETH) melemah tipis 0,28 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, harga ETH merosot 2,59 persen. Kini, harga ethereum berada di posisi USD 1.789,51 atau sekitar Rp 26,14 juta.
Kripto selanjutnya, binance coin (BNB) juga koreksi. Harga binance coin turun terbatas 0,16 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga binance coin anjlok 6,19 persen. Saat ini, harga binance coin berada di posisi USD 289,11.
Harga Cardano (ADA) juga merosot. Selama 24 jam terakhir, harga cardano turun 2,37 persen. Namun, selama sepekan, harga Cardano melonjak 7,61 persen. Saat ini, harga Cardano berada di posisi USD 0,6308.
Adapun Solana (SOL) bergerak di zona hijau. Harga solana naik 1,79 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga solana melemah 2,93 persen. Saat ini, harga solana berada di posisi USD 39,79.
Harga Kripto Lainnya
Sementara itu, harga XRP melemah dalam 24 jam terakhir. Harga XRP susut 0,69 persen. Saat ini harga XRP berada di posisi USD 0,3995. Dalam sepekan, harga XRP turun 1,4 persen.
Harga dogecoin merosot 0,87 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, harga dogecoin (DOGE) tergelincir 4,48 persen. Saat ini, harga dogecoin berada di posisi USD 0,07915.
Sementara itu, stablecoin Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) justru kompak menguat. Harga tether naik tipis 0,02 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga tether menguat terbatas 0,01 persen. Saat ini, harga tether ditransaksikan di posisi USD 0,9994.
Sementara itu, USD Coin (USDC) menguat terbatas 0,02 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, harga USD Coin berada di zona hijau. Kini, harga USD Coin berada di posisi USD 1,00.
Binance USD (BUSD) juga bergerak di zona hijau. Harga Binance USD naik 0,12 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga Binance USD bertambah 0,08 persen. Saat ini, harga Binance USD berada di posisi USD 1,00.