Nilai Tukar Rupiah Diramal Loyo, Imbas Sentimen Suku Bunga Teh Fed

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Selasa diprediksi melemah

oleh Liputan6.comDiterbitkan 07 Juni 2022, 10:15 WIB
Petugas menghitung uang rupiah di penukaran uang di Jakarta, Senin (9/11/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat pada perdagangan di awal pekan ini Salah satu sentimen pendorong penguatan rupiah kali ini adalah kemenangan Joe Biden atas Donald Trump. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Selasa diprediksi melemah, dibayangi sentimen kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve ( Fed).

Rupiah pagi ini bergerak melemah 14 poin atau 0,1 persen ke posisi 14.460 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 14.446 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS hari ini dengan menguatnya kembali sentimen The Fed," kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra seperti dikutip dari Antara, Selasa (7/6/2022).

Menurut Ariston, The Fed kelihatannya akan menaikkan suku bunga acuannya lagi pada pertengahan Juni ini sebesar 50 basis poin untuk memerangi inflasi di Negeri Paman Sam itu.

Kekhawatiran terhadap inflasi kembali meninggi setelah harga minyak mentah kembali naik ke kisaran 120 dolar AS per barel karena sanksi larangan ekspor minyak mentah Rusia ke Eropa.

Selain itu perang yang belum usai juga menambah kekhawatiran pasar terhadap kenaikan inflasi. Perseteruan Rusia dengan NATO juga makin memanas karena NATO terus mengirimkan bantuan senjata rudal jarak jauh untuk Ukraina.

"Tingginya inflasi bisa melambatkan pertumbuhan ekonomi global, termasuk Indonesia," ujar Ariston.

 

Prediksi

Teller menunjukkan mata uang rupiah di penukaran uang di Jakarta, Rabu (10/7/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di perdagangan pasar spot hari ini di angka Rp 14.125. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ariston menambahkan tingkat imbal hasil obligasi Pemerintah AS kembali naik yang mengindikasi sentimen The Fed kembali masuk ke pasar.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun kembali ke kisaran 3 persen, angka yang sebelumnya tersentuh pada Mei 2022.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak melemah ke level 14.450 per dolar AS dengan support di level 14.440 per dolar AS.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya