Top 3: Wall Street Loyo Setelah Data Pekerjaan AS Lebih Kuat

Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Minggu, 5 Juni 2022.

oleh Elga NurmutiaDiterbitkan 05 Juni 2022, 07:12 WIB
Ekspresi pialang Michael Gallucci saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Jumat, 3 Juni 2022. Wall street yang koreksi tersebut menutup kinerja sepekan lebih rendah.

Hal tersebut seiring investor mencerna data pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan dan implikasinya terhadap kebijakan moneter ke depan.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 348,58 poin atau 1,1 persen menjadi 32.899,70. Indeks S&P 500 tergelincir 1,6 persen menjadi 4.108,54. Indeks Nasdaq susut hampir 2,5 persen menjadi 12.012,73.

Tiga indeks acuan ini berakhir negatif pada pekan ini. Indeks S&P 500 merosot 1,2 persen, indeks Dow Jones dan Nasdaq masing-masing merosot hampir 1 persen. Investor menganalisis laporan pekerjaan terbaru yang menunjukkan perekrutan AS tetap tinggi pada Mei.

Artikel wall street loyo setelah data pekerjaan Amerika Serikat (AS) lebih kuat menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Minggu, (5/6/2022):

1.Wall Street Loyo Setelah Data Pekerjaan AS Lebih Kuat

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Jumat, 3 Juni 2022. Wall street yang koreksi tersebut menutup kinerja sepekan lebih rendah.

Hal tersebut seiring investor mencerna data pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan dan implikasinya terhadap kebijakan moneter ke depan.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 348,58 poin atau 1,1 persen menjadi 32.899,70. Indeks S&P 500 tergelincir 1,6 persen menjadi 4.108,54. Indeks Nasdaq susut hampir 2,5 persen menjadi 12.012,73.

Tiga indeks acuan ini berakhir negatif pada pekan ini. Indeks S&P 500 merosot 1,2 persen, indeks Dow Jones dan Nasdaq masing-masing merosot hampir 1 persen. Investor menganalisis laporan pekerjaan terbaru yang menunjukkan perekrutan AS tetap tinggi pada Mei.

Berita selengkapnya baca di sini

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2.Pengendali Tecable Lepas 1,33 Miliar Saham MARK

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pengendali saham PT Mark Dyamics Indonesia Tbk (MARK) yaitu Tecable (HK) Co Limited mengurangi kepemilikan saham MARK pada Jumat, 3 Juni 2022.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (4/6/2022), Tecable (HK) Co Limited, perusahaan asal Hong Kong ini melepas 1.330.000.109 saham dengan harga rata-rata per saham Rp 1.172 pada 3 Juni 2022. Nilai transaksi penjualan saham MARK itu sekitar Rp 1,55 triliun.

Setelah transaksi penjualan itu, Tecable HK Co Limited memiliki 1.665.238.446 saham MARK atau setara 43,82 persen dengan status kepemilikan langsung. Sebelum transaksi, Tecable mengenggam 2.995.238.555 saham MARK atau setara 78,82 persen.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Telkom Bakal Kucurkan Pinjaman Rp 1,2 Triliun kepada Telkomsat

PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom).

Manajemen PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait shareholder loan kepada PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat). Telkom Indonesia menargetkan fasilitas shareholder loan mencapai Rp 1,2 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (4/6/2022), manajemen Telkom Indonesia mengatakan, target fasilitas shareholder loan Rp 1,2 triliun, dengan pencairan dilakukan bertahap sesuai dengan penyerapan biaya dalam proses pembangunan satelit.

Total pencairan shareholder loan yang sudah dilakukan hingga kini sebesar Rp 866 miliar. Rinciannya antara lain:

Tahap pertama November 2021 sebesar Rp 221 miliar

Tahap dua Desember 2021 sebesar Rp 132 miliar

Tahap tiga Maret 2022 sebesar Rp 397 miliar

Tahap empat Mei 2022 sebesar Rp 116 miliar

Berita selengkapnya baca di sini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya