Manajer Chelsea Pastikan Antonio Rudiger Hengkang pada Akhir Musim

Manajer Chelsea Thomas Tuchel buka suara soal masa depan Antonio Rudiger. Pelatih asal Jerman itu mengonfirmasi anak asuhnya bakal hengkang dari Stamford Bridge pada akhir musim. Rudiger terikat kontrak di The Blue hingga Juni 2023. Pihak klub gagal mencapai kesepakatan baru dengan sang pemain.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiperbarui 25 April 2022, 17:12 WIB
Antonio Rudiger kembali menemukan performa terbaiknya di bawah asuhan Thomas Thucel. Ia berhasil menjadi bek tengah tangguh di lini belakang Chelsea. Namun, Rudiger dikonfirmasi akan pergi pada akhir musim ini karena kontaknya tak diperpanjang. (AFP/Glyn Kirk)

Liputan6.com, Jakarta Manajer Chelsea Thomas Tuchel akhirnya memberi kepastian soal masa depan Antonio Rudiger di Stamford Bridge. Juru taktik asal Jerman itu mengonfirmasi anak asuhnya bakal hengkang dari Chelsea pada akhir musim.

Seperti yang telah diketahui, Rudiger terikat kontrak dengan The Blues hingga 30 Juni 2022. Chelsea gagal mencapai kesepakatan baru dengan bek berusia 29 tahun tersebut. Alhasil, Rudiger harus bertolak ke klub lain.

Agen sang pemain kabarnya telah mengadakan pembicaraan dengan Barcelona, Real Madrid, dan Manchester United (MU) terkait potensi transfer pada musim panas. Rencana kepindahan Rudiger juga diumumkan pasca laga Chelsea kontra West Ham yang berakhir dengan 1–0 untuk keunggulan The Blues.

“(Soal) Toni, media sedang membicarakannya. Situasinya menunjukkan bahwa dia ingin meninggalkan klub. Dia memberi tahu hal ini beberapa hari lalu dalam pembicaraan pribadi,” ujar Tuchel pada Minggu (24/4/2022) seperti dilansir dari Metro.

Tuchel menyayangkan adanya sanksi pemerintah Inggris, yang membuat pihaknya tak bisa memperpanjang masa tinggal Rudiger. Padahal, The Blues harusnya masih punya waktu dan kesempatan untuk menyodorkan kesepakatan baru kepada sang pemain.

“Kami telah memberikan segalanya, baik saya maupun pihak klub, tetapi kami tidak bisa berjuang lagi karena sanksi itu. (Tanpa sanksi), kami setidaknya punya kesempatan untuk berusaha, (tetapi) kami tidak bisa melakukan apa-apa selama berminggu-minggu,” sambung pelatih berusia 48 tahun tersebut.

Sebagai informasi, Chelsea mendapat sanksi dari pemerintah Inggris lantaran pemiliknya, Roman Abramovich, dituding memiliki hubungan dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kondisi itu membuat The Blues dilarang membeli dan memperpanjang kontrak pemain.

Klub yang bermarkas di Stamford Bridge ini juga terancam jatuh miskin. Mereka dilarang menjual suvenir resmi klub serta tak boleh memasarkan tiket pertandingan kandang. Adapun penonton Chelsea di Stamford Bridge hanyalah mereka yang telah membeli tiket terusan sejak awal musim.


Pemain Kunci

Chelsea mendatangkan Antonio Rudiger dari AS Roma dengan nilai transfer 35 juta euro untuk menggantikan tugas John Terry. Sempat tersingkir di era Frank Lampard, Rudiger akhirnya menjadi pemain penting di bawah asuhan Thomas Tuchel. (Foto: AFP/Glyn Kirk)

Antonio Rudiger merupakan salah satu penggawa andalan Chelsea di Stamford Bridge. Ia telah bertransformasi menjadi sosok kunci dalam skuad asuhan Thomas Tuchel, sejak didatangkan dari AS Roma pada 2017.

Lanjut Baca:

Rudiger dianggap memiliki peran penting di lini belakang, yang membantu mengantar Chelsea mengangkat trofi Liga Champions musim lalu. Tak heran jika kepergian Rudiger dari Stamford Bridge bakal menyebabkan kehilangan besar bagi The Blues. “Dari segi karakter dan pribadi, ia (Antonio Rudiger) adalah sosok kunci, ia akan tetap seperti itu sampai akhir musim. Tentu saja sangat disayangkan (Rudiger harus pergi dari Chelsea),” ujar Tuchel, seperti dilansir dari Metro. Menurut Tuchel, Rudiger tak hanya memainkan peran di lapangan hijau, tetapi juga memiliki pengaruh besar di ruang ganti. Hal inilah yang membuat sang pelatih akan merasa kehilangan jika Rudiger menuntaskan kepindahannya dari Stamford Bridge. “Dia punya pengaruh besar di ruang ganti. Dia adalah sosok yang memberi keberanian bagi orang lain. Dia disegani semua orang. Dia adalah bek top sepanjang satu setengah tahun terakhir dalam karier. Saya menghormati apa yang dia lakukan,” kata eks pelatih PSG itu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya