Liputan6.com, Jakarta Setiap Maret dan November, warga AS memaju-mundurkan waktu 1 jam untuk memaksimalkan aktivitas siang hari pada musim-musim dengan temperatur lebih hangat. "Daylight Saving Time" ini diusulkan untuk dijadikan permanen, namun bisa mempengaruhi kegiatan umat yang ibadahnya bergantung pada posisi matahari, seperti umat Islam.
Advertisement