VIDEO: 'Daylight Saving Time' Berpotensi Jadi Masalah Untuk Muslim AS

Setiap Maret dan November, warga AS memaju-mundurkan waktu 1 jam untuk memaksimalkan aktivitas siang hari pada musim-musim dengan temperatur lebih hangat. "Daylight Saving Time" ini diusulkan untuk dijadikan permanen, namun bisa mempengaruhi kegiatan umat yang ibad

oleh Yoga NugrahaDiterbitkan 20 April 2022, 17:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta Setiap Maret dan November, warga AS memaju-mundurkan waktu 1 jam untuk memaksimalkan aktivitas siang hari pada musim-musim dengan temperatur lebih hangat. "Daylight Saving Time" ini diusulkan untuk dijadikan permanen, namun bisa mempengaruhi kegiatan umat yang ibadahnya bergantung pada posisi matahari, seperti umat Islam.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya