Xavi Sombongkan Permainan Bagus Barcelona, Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti Beri Contoh

Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti tidak sependapat dengan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez soal permainan bagus.

oleh Defri SaefullahDiterbitkan 17 April 2022, 11:00 WIB
Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, berhasil membawa timnya lolos ke semifinal Liga Champions setelah mendepak Chelsea dengan agregat 5-4 pada perempat final. (AFP/PIERRE-PHILIPPE MARCOU)

Liputan6.com, Jakarta Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti turut berkomentar soal kontroversi ucapan Xavi Hernandez, pelatih Barcelona. Sebelum duel lawan Eintracht Frankfurt, Xavi sempat sombongkan filosofi Barcelona yang tak hanya mengejar kemenangan tapi juga harus main bagus.

Ancelotti pun memberi contoh apa yang harus dilakukan di sepak bola, seperti yang diterapkannya di Madrid saat ini. Dia mengatakan sepak bola punya fase menyerang dan bertahan.

Dia tak setuju kalau main bagus diartikan dengan menguasai bola lebih lama.

"Apa itu main bagus? Buat saya main bagus itu berarti Anda bagus saat menguasai bola dan saat kehilangan bola. Soalnya pertahanan juga harus bagus," ujarnya seperti dikutip Marca.

"Contohnya, duel leg pertama Manchester City melawan Atletico Madrid. Saya merasa Atletico bertahan sangat bagus. Kalau Anda bagus menguasai bola tapi tidak saat menguasai bola, saya pikir Anda tidak main bagus. Sepak bola itu menyerang dan bertahan."

 


Pekerjaan Tersulit

Kekalahan ini juga membuat rekor apik klub asuhan Xavi Hernandez tersebut harus kandas. Sebelumnya, mereka berhasil tak terkalahkan dalam 15 laga secara beruntun. (AP/Joan Monfort)

Ancelotti juga tersenyum saat mengatakan klaim Xavi Hernandez yang menyebutkan jadi pelatih Barcelona itu tugas tersulit di dunia. Dia mengatakan tiap klub punya kesulitan berbeda.

"Setiap klub punya tuntutan berbeda, misalnya harus menang gelar atau main bagus atau hindari degradasi," kata Ancelotti.

"Sulit menjadi pelatih dimanapun, jadi saya tak tahu pelatih dimana yang paling sulit. Yang pasti, kami harus cintai pekerjaan ini. Ini harus kalau tidak jangan jadi pelatih."

 


Lawan Sevilla

Eduardo Camavinga. Gelandang yang baru memasuki musim pertamanya di Real Madrid baru mencetak 1 gol di Liga Spanyol musim ini. Gol tersebut dibuat di pekan pertama, (12/9/2021) ke gawang Celta Vigo saat berusia 18 tahun 10 bulan dan 2 hari. Hasil akhir Real Madrid menang 5-2. (AFP/Gabriel Bouys)

 

Diluar itu, Ancelotti bicarakan soal duel melawan Sevilla. Dia mengatakan Madrid sudah lakukan pemulihan jelang laga sulit itu.

"Kami punya waktu untuk memulihkan diri melawan tim kuat. Kami tahu ini duel sulit, tapi kami sudah siap secara fisik dan mental," katanya.

"Semua menunggu Madrid tergelincir, tapi saya berharap itu tidak terjadi karena perebutan gelar juara belum berakhir."


Peringkat

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya