Liputan6.com, Ambon: Sejumlah tokoh agama dari berbagai kepercayaan menggelar seruan bersama di Gedung Keuskupan Diosis Amboina, Ambon, Maluku, baru-baru ini. Mereka yang beragama Islam maupun Kristen, bersama menyerukan kepada umatnya untuk tak terpengaruh dengan rencana perang Amerika Serikat terhadap Irak. Seruan para tokoh agama ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari perang kedua negara tersebut terhadap masyarakat Maluku.
Para tokoh agama ini menyatakan, perang yang direncanakan AS terhadap Irak bukanlah perang antaragama. Namun, merupakan perang antarnegara yang berujung pada kepentingan politik masing-masing negara. "Yang terjadi di Teluk Persia bukan untuk kepentingan kemanusiaan," kata Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku Pendeta I.W.J. Hendrik.
Seluruh umat juga diimbau tak terpancing dengan isu yang bakal mengakibatkan kekacauan tersebut. Sebab, selama ini masyarakat Maluku telah menderita akibat konflik. Seruan itu juga diharapkan bisa memperkuat kebersamaan umat beragama, sehingga bisa saling memahami, menjaga, serta memelihara kedamaian di Maluku.
Sikap penolakan terhadap serangan AS terhadap Irak sudah pernah didengungkan sebelumnya. Kala itu, ratusan aktivis Hizbut Tahrir Indonesia yang berunjuk rasa di depan Kantor Perwakilan AS di Medan, Sumatra Utara, juga menyerukan hal serupa [baca: Kantor Perwakilan AS Didemo Hizbut Tahrir Medan]. Mereka mengutuk keras rencana agresi militer Negeri Paman Sam terhadap Negeri Seribu Satu Malam.(LIA/Sahlan Helut)
Para tokoh agama ini menyatakan, perang yang direncanakan AS terhadap Irak bukanlah perang antaragama. Namun, merupakan perang antarnegara yang berujung pada kepentingan politik masing-masing negara. "Yang terjadi di Teluk Persia bukan untuk kepentingan kemanusiaan," kata Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku Pendeta I.W.J. Hendrik.
Seluruh umat juga diimbau tak terpancing dengan isu yang bakal mengakibatkan kekacauan tersebut. Sebab, selama ini masyarakat Maluku telah menderita akibat konflik. Seruan itu juga diharapkan bisa memperkuat kebersamaan umat beragama, sehingga bisa saling memahami, menjaga, serta memelihara kedamaian di Maluku.
Sikap penolakan terhadap serangan AS terhadap Irak sudah pernah didengungkan sebelumnya. Kala itu, ratusan aktivis Hizbut Tahrir Indonesia yang berunjuk rasa di depan Kantor Perwakilan AS di Medan, Sumatra Utara, juga menyerukan hal serupa [baca: Kantor Perwakilan AS Didemo Hizbut Tahrir Medan]. Mereka mengutuk keras rencana agresi militer Negeri Paman Sam terhadap Negeri Seribu Satu Malam.(LIA/Sahlan Helut)