, New York - Moskow dilaporkan meminta bantuan kepada China berupa perlengkapan militer dan ekonomi. Potensi pemberian bantuan untuk invasi Rusia ke Ukraina dinilai akan menjadi perkembangan signifikan.
Mengutip DW Indonesia, Selasa (15/3/2022), laporan ini muncul hanya beberapa jam setelah Gedung Putih mengumumkan bahwa delegasi Amerika Serikat (AS) akan bertemu dengan diplomat senior China di Roma pada hari Senin 14 Maret untuk membahas konflik Rusia-Ukraina.
Advertisement
Hal ini memicu kekhawatiran di Gedung Putih bahwa Beijing dapat merusak upaya Barat untuk membantu pasukan Ukraina mempertahankan negara mereka. Bantuan China ke Rusia ini merupakan satu dari beberapa isu yang telah menjadi perhatian pemerintahan Joe Biden.
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan pun memperingatkan bahwa China akan menghadapi "konsekuensi berat" jika membantu Rusia berperang melawan Ukraina.
"Kami tidak akan membiarkan itu terjadi," kata Sullivan dikutip dari Associated Press.
China Bantah Beri Bantuan ke Rusia
Menanggapi laporan ini, juru bicara kedutaan besar China di Washington, Liu Pengyu mengatakan: "Saya belum pernah mendengar hal itu."
Dia mengatakan kepada awak media bahwa situasi di Ukraina "membingungkan" dan bahwa prioritas China adalah mencegahnya dari "meningkat atau bahkan lepas kendali."
"Kami mendukung dan mendorong semua upaya yang kondusif untuk penyelesaian damai dari krisis," ujar Liu Pengyu dikutip dari kantor berita Reuters, Senin 14 Maret.
Otoritas Rusia juga belum memberikan tanggapannya tentang laporan ini.
Dilaporkan Pejabat AS
Laporan soal Rusia meminta bantuan militer dan ekonomi dari China ini diungkapkan oleh sejumlah pejabat AS yang enggan disebut namanya.
Dilansir outlet-outlet media terkemuka, antara lain Financial Times dan Washington Post, Moskow disebutkan telah meminta peralatan militer kepada Beijing sejak menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu. Namun, para pejabat tersebut enggan membahas secara spesifik bantuan militer yang diminta Moskow dengan alasan perlunya menjaga proses pengumpulan data intelijen.
Sementara dilansir CNN, seorang pejabat AS yang juga enggan disebutkan namanya mengatakan salah satu bantuan militer yang diminta Rusia kepada China adalah pesawat nirawak atau drone.
* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Efek Ekonomi untuk AS
China sendiri adalah eksportir terbesar dunia, yang merupakan mitra dagang terbesar Uni Eropa sekaligus pemasok logistik asing terbesar bagi AS. Tekanan apapun yang diberikan kepada China, dinilai dapat memberikan efek ekonomi kepada AS dan sekutunya.
Hubungan antara China dan AS dilaporkan tengah berada dalam titik terendah dalam beberapa dekade terakhir. Hubungan kedua negara semakin anjlok ketika bulan lalu Presiden China Xi Jinping dan Presiden Ruisa Vladimir Putin mengumumkan kemitraan strategis "tanpa batas", hanya seminggu sebelum Rusia menginvasi Ukraina.
Sebelumnya, AS juga menuduh China menyebarkan informasi keliru Rusia yang bisa menjadi dalih pasukan Putin untuk menyerang Ukraina dengan senjata kimia atau biologis.