Liputan6.com, Jakarta Masih berlanjut dengan penayangan Attack on Titan The Final Season, tidak membuat berhenti untuk menyuguhkan serial-serial anime terbaiknya. Pada Maret 2022, layanan OTT lokal terbesar ini kembali menambahkan anime baru dengan judul Akame Ga Kill.
Tidak seperti biasanya, anime yang sempat populer pada 2014 ini bukan berasal dari majalah Shonen Jump, melainkan Square Enix. Sebelum menjadi konsumsi dalam bentuk anime, Akame Ga Kill lebih dulu dikenal dalam versi manga.
Advertisement
Butuh waktu selama empat tahun hingga akhirnya penggemar bisa melihat gambar bergeraknya sejak seri manga Akame Ga Kill terbit pada 2010 silam. Anime ini pun menjadi salah satu anime populer di antara banyak judul yang mewarnai dunia seni khas Jepang ini.
Berkisah tentang seorang remaja yang berjuang ingin menggulingkan pemerintahan dan pejabat tinggi yang dikenal korupsi dan tidak adil terhadap rakyatnya. Bersamaan dengan itu, ia mendengar sebuah kelompok yang mampu menjadikannya petarung hebat.
Setelah bergabung, ia pun terlibat dalam berbagai pertikaian sengit yang mengharuskan dirinya bertarung menggunakan senjata. Akame Ga Kill menjadi salah satu rekomendasi anime yang bisa mengisi waktu luang Anda. Anda bisa nonton kisah selengkapnya melalui layanan streaming Vidio.
Menghadapi Kesulitan
Anime Akame Ga Kill hadir dengan total 24 episode. Di awal pembukaan cerita, penonton sudah diperkenalkan dengan karakter Tatsumi yang hendak berkendara menuju kota menggunakan kereta kudanya.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba sebuah monster datang dari bawah tanah dan mengusik perjalanannya. Dengan bantuan pedang yang dipikulnya, Tatsumi dengan mudah melakukan perlawanan. Sontak hal ini menjadi kekaguman sendiri untuk beberapa orang yang melihatnya.
Melalui adegan ini, terlihat Tatsumi memiliki mimpi besar untuk bisa pergi ke kota. Harapannya adalah bisa mendapatkan uang yang lebih banyak agar desa tempatnya tinggal bisa lebih maju dan makmur.
Pemerintahan Korup
Dari perbincangan dengan dua orang yang ditemuinya di hutan, Tatsumi mendengar kabar bahwa kehidupan di kota tidak seindah yang dibayangkan. Bukan karena banyak monster ganas seperti di desa, melainkan manusia sendiri.