Boeing, Apple, Ford dan Sejumlah Perusahaan Raksasa Setop Beroperasi di Rusia

Sejumlah perusahaan ternama dunia ikut merespons invasi di Ukraina, dengan menghentikan kegiatan bisnis di Rusia.

oleh Natasha AmaniDiterbitkan 02 Maret 2022, 21:00 WIB
Tentara Ukraina berpatroli di daerah tidak jauh dari truk militer yang terbakar di sebuah jalan di Kyiv, Ukraina, Sabtu (26/2/2022). Pasukan Rusia menyerbu ke arah ibukota Ukraina Sabtu, dan pertempuran jalanan pecah saat pejabat kota mendesak penduduk untuk berlindung. (AP Photo/Efrem Lukatsky)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah sanksi ekonomi dari Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa, sejumlah perusahaan ternama dunia kini ikut merespons invasi Rusia ke Ukraina, dengan memberhentikan operasi dan penjualan mereka di Rusia.

Dilansir dari Channel News Asia, Rabu (2/3/2022), produsen pesawat dari Amerika Serikat, Boeing mengatakan bahwa pihaknya menangguhkan suku cadang, pemeliharaan dan dukungan teknis untuk maskapai Rusia serta operasi besar di Moskow setelah invasi Rusia di Ukraina.

"Seiring konflik berlanjut, tim kami fokus untuk memastikan keselamatan rekan satu tim kami di wilayah tersebut," kata juru bicara Boeing.

Pengumuman itu muncul sehari setelah Boeing mengatakan telah menghentikan operasi di tempat pelatihan di Moskow dan menutup sementara kantornya di Ibu kota Ukraina, Kiev.

Apple juga mengumumkan telah menghentikan penjualan iPhone dan produk lainnya di Rusia. 

Perusahaan gadget asal AS itu menambahkan, pihaknya membuat perubahan pada aplikasi Maps untuk melindungi warga sipil di Ukraina.

"Kami sangat prihatin dengan invasi Rusia di Ukraina dan mendukung semua orang yang terdampak" demikian pernyataan Apple.

Adapun perusahaan teknologi termasuk Google Alphabet Inc, yang menghapus penerbit Rusia dari berita mereka, juga Ford Motor, yang menangguhkan operasinya di negara itu.

"Ford sangat prihatin dengan invasi di Ukraina dan ancaman yang dihasilkan terhadap perdamaian dan stabilitas. Situasi telah memaksa kami untuk menilai kembali operasi kami di Rusia," jelas pihak Ford.

Harley-Davidson dan ExxonMobil Setop Kegiatan Bisnis di Rusia

Orang-orang antre menarik uang dari ATM Bank VTB di pusat kota Moskow, 28 Februari 2022. Anjloknya nilai mata uang Rusia, rubel, dalam perdagangan menyusul sanksi terkait invasi di Ukraina membuat warga ramai-ramai mendatangi ATM hingga bank untuk menarik uang tunai mereka. (AP Photo/Pavel Golovkin)

Selain itu, produsen sepeda motor Harley-Davidson Inc juga menangguhkan pengiriman sepeda motornya ke Rusia.

Kemudian ada juga ExxonMobil Corp, yang mengatakan akan menghentikan operasinya di Rusia dan memutuskan untuk keluar dari usaha Sakhalin-1, investor asing terbesar Rusia.

"Kami turut menyesalkan tindakan militer Rusia yang melanggar integritas wilayah Ukraina dan membahayakan rakyatnya," ujar Exxon, seraya menambahkan bahwa pihaknya tidak akan berinvestasi dalam perkembangan baru di Rusia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya