Perjalanan Klub Baru Pratama Arhan, Tokyo Verdy: Berawal dari Klub Bisbol hingga Dekat dengan Lidah Indonesia

Pratama Arhan bergabung dengan klub asal Jepang, Tokyo Verdy.

oleh Marco TampubolonDiperbarui 16 Februari 2022, 18:30 WIB
Pemain timnas Indonesia, Pratama Arhan akhirnya bergabung dengan klub J League Divisi II, Tokyo Verdy (Kazuhiro NOGI / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Pemain timnas Indonesia, Pratama Arhan, melakukan lompatan besar dalam karier sepak bolanya. Pemain asal Semarang tersebut rela meninggalkan klub kampung halamannya, PSIS Semarang, di level tertinggi Indonesia untuk bergabung dengan tim Divisi II Liga Jepang, yakni Tokyo Verdy.

Meski berstatus bintang di Tanah Air, Tokyo Verdy tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk memboyongnya ke Jepang. Pasalnya, PSIS Semarang telah sepakat untuk melepasnya secara gratis.

Pratama Arhan menyambut baik kontrak Tokyo Verdy. Keberangkatan pemain berusia 22 tahun itu  menuju Negeri Matahari Terbit kini tinggal menunggu seluruh persyaratan administrasi rampung.

"Saya sangat senang bergabung dengan Tokoy Verdy, salah satu klub tersukses di Liga Jepang. Saya mohon dukungannya kepada semuanya untuk perjuangan saya di sini," kata Pratama Arhan.

Arhan menjadi pemain keempat dari Indonesia yang mencicipi kompetisi Jepang. Sebelumnya ada Ricky Yacobi yang direkrut Matsushita Electric FC (sekarang Gamba Osaka), lalu Irfan Bachdim, dan kemudian Stefano Lilipaly. Keberangkatan Pratama ke Jepang juga menambah panjang pemain-pemain timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong yang memilih berkarier di luar negeri. 

 

 


Berawal dari Klub Bisbol

Pratama Arhan bergabung dengan klub asal Jepang, Tokyo Verdy (Kazuhiro NOGI / AFP)

Tokyo Verdy merupakan klub profesional Jepang yang berbasis di Chofu, Tokyo. Klub yang didirikan pada tahun 1969 itu tercatat sebagai klub tersukses di Jepang dengan koleksi 25 gelar, termasuk 2 gelar J.League, 5 Piala Kaisar, 6 Piala JSL / Piala J.League dan gelar Liga Champions Asia.

Klub yang awalnya bernama Yomiuri FC itu tumbuh seiring meningkatnya animo warga Jepang terhadap sepak bola menyusul keberhasilan Samurai Biru merebut emas di Olimpiade Meksiko 1968. Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang kala itu, Yuzuru Novu, kemudian bertemu dengan Matsutaro Shoriki, pemilik salah satu klub bisbol tersukses di sana, Yomiuri Giants. Novu meminta Shoriki untuk membentuk klub sepak bola demi meningkatkan atmosfer yang tengah tumbuh di negaranya.

Shoriki mengabulkan permintaan itu. Sebelum meninggal setahun kemudian, Shoriki sempat membentuk klub sepak bola yang diberi nama Yomiuri FC--cikal bakal Tokyo Verdy saat ini.

Lanjut Baca:

Awalnya klub ini berlaga di Liga Lokal B atau divisi V Liga Jepang pada tahun 1969. Satu per satu level kompetisi berhasil dilewati sampai akhirnya pada tahun 1978, Yoimuri promosi ke Divisi Utama Japan Soccer League. Gelar bergengsi pertama yang diraih adalah Piala Liga Jepang pada tahun 1979. Seiring berjalannnya waktu, klub ini terus berkembang dan mencapai era kejayaannya pada tahun 1983-1994. Kehadiran J League di awal 1990 ikut memaksa Yomiuri bersolek dengan menghadirkan bintang-bintang Jepang, seperti Kazuyoshi Miura, Ruy Ramos, dan Tsuyoshi Kitazawa. Kompetisi tahun 1990/91 dan 1991/92 menjadi dua musim terakhir klub ini menjuarai J League di bawah nama Yomiuri FC. Sementara pada musim 1993 dan 1994, klub meraih juara dengan nama Kawasaki Verdy. Perubahan ini menyusul pergantian JSL menjadi J League yang lebih profesional. Verdy sendiri berasal dari bahasa Portugal, Verde atau biru, warna kostum kebanggaan mereka.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya