Gemblengan BRI Liga 1 di Tengah Pandemi, Pemain Muda Asah Bakat Menuju Panggung Dunia

BRI Liga 1 yang digelar sejak 27 Agustus 2021 diharapkan bisa menciptakan banyak pemain muda yang siap naik level hingga panggung sepak bola dunia.

oleh Defri SaefullahDiperbarui 28 Februari 2022, 21:37 WIB
Karier Arhan di sepak bola berawal dari dari sekolah sepak bola Mustika Blora pada usia 11 tahun, kemudian pindah ke Terang Bangsa, dan bergabung ke PSIS Semarang pada 2018. Dua tahun di tim junior PSIS, ia dipromosikan ke tim utama pada 2020. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta BRI Liga 1 2021/2022 dimulai dengan penuh harapan besar akan terbentuknya pemain-pemain tangguh yang muaranya tim nasional. Harapan ini bukan sesuatu yang baru.

Sejak era perserikatan pun, kompetisi kasta tertinggi yang diisi pertarungan antara klub-klub terbaik diharapkan bisa melahirkan pemain-pemain berbakat. Klub lah tempat pemain-pemain mengasah fisik, skill, kecerdasan dalam melakoni sebuah pertandingan.

BRI Liga 1 menjadi medium untuk mengembangkan bakat-bakat talenta muda. Dimulai sejak 27 Agustus 2021, Liga 1 juga mengakhiri kevakuman kompetisi sepak bola lokal yang terganggu pandemi Covid-19 hampir selama 1,5 tahun.

BRI sebagai institusi yang mensponsori Liga 1 tentu menjadi nyawa bagi kompetisi ini. Dengan protokol kesehatan yang ketat dan tanpa penonton, duel Bali United melawan Persik Kediri di stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi penanda dibukanya kembali keran kompetisi.

Gairah untuk membangkitkan kembali sepak bola nasional pun kembali mengemuka. Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan sepak bola menjadi cara untuk memulihkan perekonomian terutama untuk pemain sepak bola yang lama menganggur.

"Kita semua harus punya optimisme yang tinggi dalam menyambut BRI Liga 1. Saat ini dunia sedang mencari cara untuk bisa keluar dari tekanan pandemi. Ada dua hal yang bisa dilakukan, yaitu penguatan ketahanan kesehatan melalui vaksinasi dan penerapan kesehatan,kemudian pemulihan ekonomi yang terpuruk," katanya di pembukaan Liga 1 tahun lalu.

"Nah kompetisi yang berjalan ini tentunya sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sehingga industri sepak bola kembali bangkit dan memulihkan perekonomian."

Muara terakhir dari BRI Liga 1 tentu membentuk pemain-pemain tangguh untuk tim nasional Indonesia. Berkat gemblengan kompetisi yang ketat dan padat, pemain muda Indonesia berbakat pun bermunculan seperti Pratama Arhan, Ramai Rumakiek, Nadeo Argawinata, Ricky Kambuaya, Alfeandra Dewangga dan bakat-bakat muda lainnya.

Lanjut Baca:

Mereka semua sudah unjuk gigi di Piala AFF 2020 lalu yang berlangsung di Singapura. Meski berusia rata-rata 23 tahun, namun timnas Garuda mampu tembus final meski gagal menjadi juara. Ini sudah sesuai dengan misi BRI saat memutuskan untuk jadi sponsor utama Liga 1. "Untuk menciptakan kesinambungan dan meningkatkan prestasi sepak bola nasional, Indonesia harus memiliki kompetisi yang sehat, sehingga liga memang harus bergulir. Tidak hanya itu, kita harus punya visi, tim juara harus dibangun dan dipersiapkan dari jauh hari," kata Sunarso.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya