Liputan6.com, Palembang: Nasib nahas tak pernah dapat diduga datangnya. Kasus tersebut terjadi tatkala jembatan gantung yang menghubungkan Desa Pulau Negara dengan Desa Peninggaran, Kecamatan B.P. Peliung, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Palembang, Sumatra Selatan, ambruk, baru-baru ini. Sialnya, saat itu rombongan pejabat pemerintah daerah setempat tepat berada di atasnya. Akibatnya, tiga orang dilaporkan hilang dan delapan lainnya harus dirawat di Rumah Sakit Daerah Ogan Komering Ulu dan rumah sakit setempat lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, Tim Search and Rescue masih mencari tiga korban yang belum ditemukan. Mereka adalah Bastari, Kepala Sub Dinas Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Ogan Komering Ulu, seorang pegawai negeri sipil yang masih ditelusuri identitasnya, serta seorang pekerja CV Hidayah, yang sedang melakukan penyelesaian pekerjaan jembatan gantung tersebut. Ketiga korban diperkirakan hanyut terseret air sungai.
Menurut Bupati Ogan Komering Ulu Syahrial Usman, 15 orang dalam rombongan yang akan meninjau desa di seberang jembatan gantung, tercebur ke sungai karena konstruksi jembatan gantung belum kuat. Bupati yang engsel tangannya bergeser serta empat anggota rombongannya, hingga kini masih dirawat di RS Umum Daerah Baturaja. Sementara Yun Hazrul, Kepala Dinas Pasar Ogan Komering Ulu, terpaksa dilarikan ke rumah sakit di Palembang, karena menderita luka parah di kepalanya.
Berdasarkan pemantauan SCTV beberapa di antara korban sudah terdata. Sebanyak enam di antara para korban kecelakaan ini adalah Bupati Syahrial Usman, Kadin Pasar Yun Hazrul, Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi (Inkom) Pemda Ogan Komering Ilir Aswan Efendi, Kepala Sub Dinas Publikasi Inkom Ansyori Yahudin, staf Inkom Edward, dan Kepala Dinas Perhubungan Raswan. Sementara data sembilan orang lainnya belum diketahui.
Kasus serupa yang terjadi pada jembatan gantung pun pernah terjadi pada akhir tahun silam, di Cilacap, Jawa Tengah [baca: Kondisi Korban Banjir di Riau Memprihatinkan]. Namun, robohnya jembatan penghubung Desa Rawajaya dan Desa Bantarsari tersebut dipicu luapan air sungai yang menyeretnya. Tak ada korban jiwa dalam kasus itu.(BMI/Ajmal Rokian)
Hingga berita ini diturunkan, Tim Search and Rescue masih mencari tiga korban yang belum ditemukan. Mereka adalah Bastari, Kepala Sub Dinas Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Ogan Komering Ulu, seorang pegawai negeri sipil yang masih ditelusuri identitasnya, serta seorang pekerja CV Hidayah, yang sedang melakukan penyelesaian pekerjaan jembatan gantung tersebut. Ketiga korban diperkirakan hanyut terseret air sungai.
Menurut Bupati Ogan Komering Ulu Syahrial Usman, 15 orang dalam rombongan yang akan meninjau desa di seberang jembatan gantung, tercebur ke sungai karena konstruksi jembatan gantung belum kuat. Bupati yang engsel tangannya bergeser serta empat anggota rombongannya, hingga kini masih dirawat di RS Umum Daerah Baturaja. Sementara Yun Hazrul, Kepala Dinas Pasar Ogan Komering Ulu, terpaksa dilarikan ke rumah sakit di Palembang, karena menderita luka parah di kepalanya.
Berdasarkan pemantauan SCTV beberapa di antara korban sudah terdata. Sebanyak enam di antara para korban kecelakaan ini adalah Bupati Syahrial Usman, Kadin Pasar Yun Hazrul, Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi (Inkom) Pemda Ogan Komering Ilir Aswan Efendi, Kepala Sub Dinas Publikasi Inkom Ansyori Yahudin, staf Inkom Edward, dan Kepala Dinas Perhubungan Raswan. Sementara data sembilan orang lainnya belum diketahui.
Kasus serupa yang terjadi pada jembatan gantung pun pernah terjadi pada akhir tahun silam, di Cilacap, Jawa Tengah [baca: Kondisi Korban Banjir di Riau Memprihatinkan]. Namun, robohnya jembatan penghubung Desa Rawajaya dan Desa Bantarsari tersebut dipicu luapan air sungai yang menyeretnya. Tak ada korban jiwa dalam kasus itu.(BMI/Ajmal Rokian)